Profil Singkat Penerima Penghargaan "Al-Qur’an Award" LPMQ

Untuk Pertama Kalinya Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) menganugerahkan penghargaan "Al-Qur’an Award" kepada tokoh dan lembaga yang dinilai berjasa dalam mengabdi dan mengembangkan Al-Qur’an sehingga menambah nilai kebermanfaatan bagi umat Islam. Mereka yang dipilih untuk menerima penghargaan ini adalah pihak-pihak yang selama ini turut serta membantu LPMQ menjalankan tugas dan fungsinya dalam upaya menjaga, mengembangkan dan membantu masyarakat dalam memahami kitab suci Al-Qur’an.

Kepala LPMQ Dr. Muchlis M Hanafi, MA mengatakan, “Al-Qur’an Award adalah wujud apresiasi kita kepada semua pihak yang telah berjasa mengembangkan dan mengabdi kepada Al-Qur’an,” tuturnya dalam rapat persiapan launching 4 produk terbaru LPMQ, Rabu (18/9/2019) siang.

Anugerah “Al-Qur’an Award” perdana ini secara langsung diserahkan oleh Muchlis kepada individu dan 3 lembaga dalam rangkaian acara Launching Produk hasil kajian LPMQ terbaru pada (14/09) di Bayt Al-Qur’an Jakarta. Berikut sekilas profil penerima Al-Qur’an Awward dan kontribusinya:

Tim Pengkajian dan Penyempurnaan Terjemahan Al-Qur’an Kemenag. Tim ini berjumlah 14 orang pakar dalam bidang ulum Al-Qur’an, Tafsir, Bahasa Arab, Peneliti Terjemahan Al-Qur’an dalam berbagai Bahasa dan 4 orang pakar Bahasa Indonesia. Mereka bertugas selama 3,5 tahun. Sejak tahun 2016 hingga pertengahan tahun 2019. Setiap bulan mereka bersidang, mengkaji, menelaah ulang, mendiskusikan dan merumuskan setiap makna kata dari Al-Qur’an.  Hingga berhasil menghadirkan Terjemahan Al-Qur’an edisi penyempurnaan tahun 2019.

Badan Pengembagan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lembaga negara ini terlibat secara aktif mendampingi tim pengakajian dan penyempurnaan terjemahan Al-Qur’an Kemenag dengan mengirimkan 4 orang pegawai pakar Bahasa Indonesia. Tugas 4 orang ini adalah menyelaraskan susunan kalimat dalam terjemahan Al-Qur’an yang telah dirumuskan dan disepakati oleh tim pakar Kajian terjemahan Al-Qur’an agar sesuai dengan kaidah penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kontribusi mereka sangat bernilai mengingat adanya perbedaan besar dalam susunan kalimat bahasa sumber (Arab/Al-Qur’an) dengan bahasa sasaran (Bahasa Indonesia).

Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ). Lembaga pengkajian Al-Qur’an yang didirikan oleh Prof. Dr. Quraish Sihab, MA ini menjadi inisiator penulisan kembali Master Mushaf Standar Indonesia (MMSI). PSQ secara kelembagaan didukung penuh oleh LPMQ secara teknis dalam proses penulisan dan pentashihan master mushaf tersebut. Kontribusi PSQ dinilai berharga karena setelah master mushaf Ini selesai ditulis dihibahkan kepada negara untuk dimanfaatkan masyarakat luas. Dengan adanya master mushaf Al-Qur’an yang baru, umat Islam Indonesia memiliki tambahan alternatif pilihan master mushaf Al-Quran yang siap dicetak, diterbitkan dan diedarkan.

H. Isep Misbah, adalah kaligrafer yang ditunjuk sebagai penulis tunggal Master Mushaf Standar Indonesia terbaru. Beliau menulis MMSI 30 juz selama 4,5 tahun. Dimulai pada tahun 2015 dan selesai pada pertengahan tahun 2019. Hasil goresan pena Isep juga telah diformat menjadi font Arab yang dikerjakan oleh tim IT LPMQ. Font ini menjadi satu-satunya font Arab unicode yang paling memungkinkan untuk menulis Al-Qur’an dengan penandaan khas Mushaf Standar Indonesia.

Erwin Dian Rosyidi, adalah seorang kolektor sekaligus pelestari manuskrip-manuskrip kuno Indonesia, khususnya manuskrip Al-Qur’an. Manuskrip adalah naskah tulisan tangan yang usianya lebih dari 50 tahun. Manuskrip juga sering disebut sebagai naskah kuno dan menjadi kajian dalam ilmu filologi. Manuskrip memiliki nilai yang tinggi karena berisi informasi dari para leluhur. Sehingga menjadi barang buruan para kolektor dan negara-negara tetangga dengan tawaran nilai harga yang tinggi. Saat ini manuskrip banyak tersimpan di museum-museum dan di tangan pribadi-pribadi. Erwin menghibahkan 9 manuskrip (6 manuskrip Al-Quran dan 3 manusrkip pesantren, berisi ajaran tasawuf) yang telah dibelinya dari pemilik awal kepada negara untuk disimpan dan dipamerkandi Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal.

Muhammad Taufiq, adalah pembuat aplikasi Al-Qur’an In Ms. Word. Aplikasi ini banyak digunakan oleh para mahasiswa muslim dan kalangan akademisi untuk mengutip Al-Qur’an dan terjemahannya secara mudah. Saat ini Taufiq sudah menghibahkan aplikasi tersebut kepada LPMQ. Aplikasi ini sekarang bernama “Al-Qur’an Kemenag in Ms. Word” (QKIMW). Oleh tim IT LPMQ teks Al-Qur’an sudah disesuaikan dengan font mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia beserta terjemahan Al-Qur’an Kemenag. Beberapa waktu lalu aplikasi ini secara resmi sudah di launching oleh Badan Litbang dan Diklat Kemenag dan hingga berita ini diturunkan sudah diunduh sebanyak 78.881 kali.

M. Zamroni Ahbab, adalah salah seorang pegawai honorer di LPMQ yang telah berhasil mengembangkan font Al-Qur'an dari tulis tangan menjadi font Arabic sesuai standard unicode yang dilengkapi dengan tanda baca sesuai dengan Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia.
 [bp]

Berita Terkait