LPMQ Selenggarakan Seminar Penelitian Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an Mahasiswa UIN

“Salah satu tujuan transformasi IAIN menjadi UIN yang dimulai tahun 2002 adalah melakukan integrasi keilmuan, yakni mahasiswa mampu menjembatani dikotomi antara ilmu umum dan agama yang salah satunya dasar intergasri itu adalah kemampuan baca tulis Al-Qur’an.” Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. Arskal Salim, M.Ag Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI selaku narasumber pada acara Seminar Hasil Penelitian Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) Mahasiswa UIN di Indonesia yang diselenggarakan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ), pada Rabu, 6 Nopember 2019 di Hotel Santika, TMII Jakarta Timur.

Selain Prof. Dr. Arskal Salim, M.Ag, hadir juga sebagai narasumber pada acara ini, Dr. Muchlis M. Hanafi, MA, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, H. Abdul Aziz Shidqi, MA, Kepada Bidang Pengkajian LPMQ, dan Aceng Abdul Aziz, MA mewakili Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kementerian Agama RI. Acara ini diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai kalangan yang memiliki ketrekaitan dengan pendidikan Al-Qur’an mulai dari mahasiswa, peneliti, pegawai LPMQ, guru, dan praktisi Al-Qur’an dari berbagai lembaga di Jakarta dan sekitarnya.
Dr. Muclis M. Hanafi, MA dalam kaitannya dengan penelitian ini mengatakan bahwa di antara latar belakang penelitin ini adalah fakta adanya mahasiswa UIN yang belum pandai membaca dan menulis huruf Arab. Ini problematis, karena mereka akan menjadi sarjana muslim yang bersentuhan dengan baca-tulis Arab, tapi tidak bisa. Oleh karena itu, harus dicarikan solusinya. Narasumber lain, Abdul Aziz Shidqi, MA, mengatakan bahwa kemampuan baca-tulis Al-Qur’an sesungguhnya adalah sesuatu yang sangat mendasar bagi umat Islam, sehingga seharusnya pada tingkatan mahasiswa kemampuan tersebut sudah selesai. Namun kenyataannya tidak demikian. Signifikansi penelitian ini, lanjut Kepala Bidang Pengkajian LPMQ ini adalah bagaimana penelitian BTQ bisa memberikan masukan terkait strategi peningkatan kemampuan baca-tulis Al-Qur’an yang selama ini menjadi persoalan di tengah masyarakat, seperti membuat sertifikasi khusus bagi guru-guru Al-Qur’an. (Must)

Berita Terkait