Buku-buku Terbitan LPMQ Diminati Penyandang Disabilitas Netra

Dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) E-Publikasi kerjasama Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) dengan Yayasan Mitra Netra didapati data jumlah pengguna produk-produk hasil kajian LPMQ yang cukup besar. Data tersebut tercatat dalam Sistem Data Statistik Pustaka Digital Mitra Netra.

Data keseluruhan dalam htpp://pustaka.mitranetra.or.id per 13 Oktober 2019 tertera ada 1. 074 pengunjung dengan aktivitas download sebanyak 14.180 kali. Dari keseluruhan aktivitas tersebut, produk-produk LPMQ yang dititipkan dalam aplikasi E-pub memperoleh 653 kali download. Jumlah tersebut dinilai cukup besar mengingat jumlah peserta penyandang disabilitas netra yang terdaftar dalam e-pub berjumlah sekitar 600 orang.

 Abdul Aziz Sidqi, MA, selaku Kepala Bidang Pengakajian Al-Qur'an yang bertanggung jawab atas kegiatan ini menyambut gembira. Menurutnya, hal itu berarti produk-produk kajian LPMQ juga dibutuhkan oleh penyandang disabilitas netra. 

"Tugas LPMQ adalah menyediakan bahan bacaan tafsir untuk masyarakat Indonesia, tak terkecuali untuk teman-teman penyandang disabilitas netra. Bila produk-produk kita dimanfaatkan, kita merasa senang. Semoga tidak ada kendala bagi teman-teman tunanetra untuk terus memanfaatkan produk e-pub ini," ungkap Aziz. 

E-Publikasi atau disebut juga E-Pub adalah aplikasi pembaca teks oleh screen reader sehingga menjadi suara. Aplikasi e-pub telah dimanfaatkan oleh Yayasan Mitra Netra untuk membantu penyandang disabilitas netra mendapatkan sumber-sumber literasi dengan mudah dan murah. Pengguna cukup bermodalkan smart phone atau laptop yang terkoneksi dengan internet, produk-produk bisa dimanfaatkan. Aplikasi ini sekaligus menjadi jalan alternatif di tengah mahalnya sumber-sumber informasi yang selama ini digunakan tunanetra seperti buku Braille dan rekaman suara. 

Pada kesempatan ini, Pak Bambang, selaku Ketua Yayasan Mitra Netra mengapresiasi keberpihakan LPMQ kepada penyandang disabilitas netra. Apa yang dilakukan LPMQ sebagia lembaga pemerintah dinilainya langka. LPMQ berinisiatif terlebih dahulu dengan menawarkan produk-produk hasil kajiannya kepada E-pub. 

"Biasanya untuk mendapatkan layanan dari pemerintah, kita (penyandang disabilitas) harus berjuang dulu. Itu pun belum tentu disanggupi, karena alasan anggaran, tidak ada program, dll. Tapi dengan LPMQ, ini bukan karena kami yang minta. Padahal ini kebutuhan kami, justru Kepala LPMQ sendiri yang menawarkan layanan ini. Produk-produk kajian LPMQ ditawarkan untuk dimanfaatkan oleh teman-teman disabilitas netra. Ini jarang sekali terjadi. Untuk itu, sekali lagi,kami sangat berterima kasih," ungkap Bambang, Kamis (14/11) pagi hari. 

"Semoga buku-buku ini bisa dimanfaatkan oleh tunanetra muslim Indonesia. Kita sudah melakukan sosialisasi produk ini di Yogya dan Bandung," harap Bambang mengakhiri paparannya. [bp]

Berita Terkait