Membedah Manuskrip Al-Qur'an di LPMQ

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama bekerja sama dengan STAI al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, menggelar workshop kajian mushaf kuno dalam bentuk Praktikum Kuliah Lapangan (PKL) dengan tema Studi Manuskrip Al-Qur'an. Kegiatan yang berlangsung pada 18-19 November 2019 di Aula Museum Istiqlal, Gedung Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal TMII Jakarta Timur diikuti 120 mahasiswa jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir semester 7 dan tim dosen. Kegiatan ini dikawal langsung oleh ketua STAI, Dr. KH. Abdul Ghafur Maimoen yang akrab dipanggil "Gus Ghafur".

Pada sesi pembukaan di pagi hari, Gus Ghafur menegaskan, "Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen, berbeda dari tahun lalu (2018). Materinya pun berbeda. Jika tahun lalu mahasiswa belajar tentang bagaimana mentashih Al-Qur'an dan ilmu bantu yang digunakan, pada tahun ini kami ingin belajar bagaimana cara membedah manuskrip Al-Qur'an kuno dalam perspektif kodikologi dan tekstologi. Seandainya ada disiplin lain selain dua hal tersebut yang juga dikembangkan di lembaga ini, insya Allah mahasiswa kami siap belajar lagi ke LPMQ."

Sementara dari LPMQ, H. Abdul Aziz Shidqi, MA, Kepala Bidang Pengkajian Al-Qur'an, dalam sambutannya menyampaikan tentang hasil-hasil penelitian manuskrip Al-Qur'an kuno yang dikembangkan oleh LPMQ dalam empat tahun terakhir. Menurutnya, kajian ini penting mengingat umat Islam Indonesia di masa lalu yang ternyata sudah melek literasi ke-Al-Qur'an-an. "Temuan-temuam peneliti di lapangan yang mendapati ragam mushaf dengan varian riwayat selain Hafs, seperti Qalun dari Imam Nafi, setidaknya menjadi bukti otentik bahwa sejak masa lalu perkembangan penyalinan Al-Qur'an-nya di Indonesia cukup dinamis." Artinya, tidak hanya riwayat Hafs dari Imam Ashim yang berkembang di Nusantara.

Para peserta PKL cukup antusias. Meskipun peserta baru masuk Jakarta pukul 03.00 dini hari -- setelah menempuh perjalanan panjang dari Sarang menuju Jakarta dengan jalur darat -- saat sesi tanya jawab, banyak pertanyan berbobot yang dikemukakan peserta. (znl)

Berita Terkait