LPMQ Terbitkan Mushaf Standar Indonesia dengan Ta’rifnya

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI pada tahun anggaran 2019 ini akan menerbitkan beberapa buku untuk menunjang layanan pentashihan mushaf Al-Qur’an. Di antara buku yang dicetak adalah Buku Pedoman Pentashihan, booklet informasi layanan pentashihan, tanya jawab seputar Mushaf Standar Indonesia (MSI), dan MSI terbaru dengan ta’rif.

Informasi penerbitan buku-buku tersebut disampaikan Kepala Bidang Pentashihan LPMQ, H. Deni Hudaeny Ahmad Arifin, MA, dan ditegaskan Kepala LPMQ, Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA dalam acara pembukaan kegiatan sidang reguler pentashihan mushaf Al-Qur’an ke-9 di Hotel 1O1, Bogor (26/11/2019).

Menurut Kepala Bidang Pentashihan, buku yang sudah dicetak dan diedarkan adalah booklet informasi layanan pentashihan. Booklet ini berisi informasi terkait layanan pentashihan mushaf Al-Qur’an di lingkunan LPMQ.

“Booklet informasi layanan pentashihan berisi tentang definisi istilah-istilah yang biasa dipakai dalam hal pentashihan mushaf Al-Qur’an, alur dan prosedur pentashihan, waktu layanan pentashihan, informasi tarif PNBP, pengaduan dan lain sebagainya. Booklet ini sudah kita cetak. Sebagian penerbit sudah menerima booklet ini saat tim pentashih terjun ke lapangan untuk melakukan pembinaan penerbit. Booklet ini juga kita unggah di website layanan tashih online, sehingga masyarakat umum dapat mengunduhnya secara gratis,” kata Kabid Pentashihan.

Untuk mengunduh booklet layanan pentashihan, juga buku-buku lainnya, lanjut Kabid, dapat diunduh di menu download materi pada website layanan tashih online di halaman http://tashih.kemenag.go.id/

Sementara itu, terkait penerbitan MSI terbaru dengan ta’rif, Kepala LPMQ menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya saat ini masih mengkaji beberapa aspek dalam MSI. “Terkait perkembangan MSI, kita sedang mencetak MSI yang dilengkapi dengan keterangan identitas dirinya, ta’rif mushaf. Di situ dijelaskan cara penulisannya (rasm), harakat dan tanda bacanya, serta waqafnya, meski masih dalam kajian kita saat ini.  Oleh karena itu, saya akan terus mendorong bagaimana kita mengkaji terkait dabt dan waqaf, sehingga ta’rif MSI ini benar-benar mencerminkan MSI,” ujar Muchlis. (MZA)

Berita Terkait