Persiapan Penyusunan Mushaf Al-Qur’an dan Terjemahnya Braille tahun 2011

Foto Bersama Ka Badan, Ka Lajnah dan Para Peserta Sidang Pleno BrailleCikarang (21/10/2011) - Untuk kesekian kalinya Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an mengadakan kegiatan yang penting untuk kalangan tunanetra muslim, yaitu Sidang Pleno Lajnah, dalam rangka persiapan penyusunan Mushaf Al-Qur’an dan Terjemahnya Braille tahun 2011. Kegiatan ini mengangkat tema “Al-Qur’an Sebagai Petunjuk Bagi Semua” yang berlangsung selama tiga hari, tanggal 19-21 Oktober 2011 di Hotel Grand Zuri, Cikarang, Bekasi.

Kegiatan ini diisi dengan penyampaian beberapa makalah dari para narasumber, di antaranya (1) “Kebijakan Penerbitan Al-Qur’an”, disampaikan oleh Drs.H. Muhammad Shohib, MA (Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an), (2) “Peranan Ulama Tunanetra dalam Menjaga Kesucian Al-Qur’an”, disampaikan oleh Dr.H. Ahsin Sakho Muhammad, MA (Rektor IIQ Jakarta), (3) “Sejarah Mushaf Al-Qur’an Standar Braille”, disampaikan oleh Drs. H.E. Badri Yunardi, M.Pd.(Peneliti pada Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan), (4) “Sosialisasi Pedoman Menulis dan Membaca Al-Qur’an Braille”, disampaikan oleh Ridwan Efendi, M.Ag (Praktisi Tunanetra dan Dosen pada UIN Bandung),(5)Kebutuhan Al-Qur’an dan Terjemahnya Braille”,disampaikanoleh Yayat Rukhiyat, SPd (Ketua Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia), dan (6) “Proses Percetakan Mushaf Al-Qur’an Braille”,disampaikan oleh Drs. H. Ayi Hidayat (Percetakan Al-Qur’an Braille, Yayasan Wyata Guna, Bandung).

Sidang Pleno ini diikuti para peserta yang terdiri dari ulama, akademisi, dan praktisi Al-Qur’an Braille yang mewakili beberapa unsur, yaitu Kementerian Agama, IIQ Jakarta, PTIQ Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), Yayasan Wyata Guna Bandung, dan Yayasan Raudhatul Makfufin Jakarta.

Pada kegiatan ini, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama berkenan hadir sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang mempunyai kebutuhan khusus berupa penyediaan mushaf Al-Qur’an Braille bagi tunanetra muslim. Bahkan beliau memberikan dorongan kuat agar Lajnah selalu memberikan perhatian yang besar terhadap kebutuhan para tunanetra muslim.

Sidang Pleno ini menghasilkan 6 (enam) butir rekomendasi sebagai berikut: (1) agar menyusun dan menerbitkan Al-Qur’an Braille dan Terjemahnya lengkap 30 Juz; (2) agar membuat master Al-Qur’an Braille dan Terjemahnya lengkap 30 Juz dalam bentuk Zinkplate dan Soft-file; (3) agar menyusun dan menerbitkan buku sejarah Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia, Usmani, Bahriyah, dan Braille; (4) melakukan sosialisasi penggunaan Pedoman Membaca dan Menulis Al-Qur’an Braille Kementerian Agama RI; (5) menjalin kerja sama dengan instansi dan lembaga lain terkait sosialisasi dan pemasyarakatan Al-Qur’an Braille; dan (6) mengintruksikan kepada penerbit dan percetakaan Al-Qur’an Braille di Indonesia untuk mengacu pada Pedoman Membaca dan Menulis Al-Qur’an Braille Kementerian Agama RI.[im]

Berita Terkait