Kepala LPMQ Bersyukur, Blueprint Bayt Al-Qur'an Selesai

Dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD), Laporan Hasil Kajian Blueprint Kuratorial dan Perancangan Bayt Al-Qur'an yang bertempat di Auditorium Universitas Gunadarma Kampus F-8, Depok, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ), Dr. Muchlis M. Hanafi, MA mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya penyusunan blueprint Bayt Al-Qur'an hasil kerja sama antara LPMQ dengan Universitas Gunadarma (UG).

Menurut Muchlis, hasil kajian berupa blueprint adalah sesuatu yang sudah lama ditunggu-tunggu. Sudah hampir empat tahun penyusunannya diagendakan, namun selalu mengalami kendala. Sebab itu dia bersyukur, hanya dalam waktu tiga bulan, setelah bertemu UG, pekerjaan besar ini dapat diselesaikan dengan hasil yang sangat memuaskan.

"Ini sebenarnya, hampir selama empat tahun saya tunggu-tunggu. Sejak saya diberi amanah memimpin lembaga ini (LPMQ), pada Maret 2015, saya meluncurkan program revitalisasi Bayt Al-Qur'an. Tahun 2016 kita lakukan revitalisasi secara fisik. Karena usia bangunan Bayt Al-Qur'an sudah 22 tahun, sejak diresmikan tahun 1997. Setelah tahun 2016, 2017, 2018 dan 2019 saya minta teman-teman untuk menyiapkan naskah akademik revitalisasi Bayt Al-Qur'an secara fungsi, namun belum berhasil. Tetapi setelah bertemu UG ini, hanya dalam waktu tiga bulan, alhamdulillah, kita sudah dapat hasil yang baik,"ungkapnya bersyukur.

Melanjutkan sambutannya, doktor lulusan Al-Azhar, Kairo, ini juga menyinggung soal maraknya berbagai lembaga yang ramai-ramai mendirikan museum. Seperti Museum Islam Indonesia di Jombang, dan Museum Nabi yang sebentar lagi dibangun di Depok. Menurutnya, membangun itu lebih mudah. Yang sulit adalah merawat, menjaga dan mengembangkan. Muchlis memberikan contoh kondisi Bayt Al-Qur'an dan Museum Istiqlal yang ada dalam pengelolaan LPMQ sejak tahun 2007.

"Memang kalau membangun itu gampang. Mengelola dan mengembangkannya itu yang sulit. Kita menerima untuk melanjutkan pengelolaan Bayt Al-Quran ini sejak tahun 2007. Setelah dibangun 18 tahun, fisik gedung ini agak kurang mendapat perhatian. Kemudian secara bertahap kita melakukan revitalisasi secara fisik. Setelah itu kita melakukan revitalisasi secara fungsi. Dan ini pekerjaan berat," ungkapnya.

Selanjutnya, hasil kajian berupa blueprint setebal 343 halaman beserta video 3D konsep desain interior dan ruang pamer Bayt Al-Qur'an tersebut akan dipresentasikan oleh Kepala LPMQ kepada Menteri Agama. Harapannya, apa yang sudah dituangkan dalam konsep ini disetujui dan pelaksanaannya bisa dimulai pada tahun 2021.

"Semoga apa yang kita hasilkan ini menjadi titik awal pembenahan Bayt Al-Qur'an. Setelah ini, kita akan presentasi kepada Menteri. Kemudian akan kita ajukan anggarannya. Mudah-mudahan tahun 2021 kita bisa memulai revitalisasi Bayt Al-Qur'an sesuai dengan yang akan kita sepakati bersama." Tukasnya penuh optimistis. [bp]

Berita Terkait