"Koleksi Seni Islam di Art Gallery of South Australia"

Jakarta (03/05/2011) - Sebagai salah satu upaya meningkatkan wawasan pegawai, khususnya dalam bidang budaya Islam dan permuseuman, Seksi Koleksi dan Pameran Bayt Al-Qur'an & Museum Istiqlal mengundang James Bennett untuk memberi ceramah, bertajuk “Koleksi Seni Islam di Art Gallery of South Australia”. James adalah kurator seni Asia di Art Gallery of South Australia, Adelaide, Australia Selatan.

Dalam ceramahnya James menjelaskan berbagai benda seni Islam yang menjadi koleksi Art Gallery. Benda-benda tersebut dipajang secara khusus di ruang galeri “Islamic Art”, sebuah galeri seni Islam satu-satunya di Australia.

Dengan panjang lebar James menceritakan tentang tata kelola Art Gallery of South Australia yang sangat profesional. Beberapa kali peserta bertepuk tangan dan kagum mendengar penjelasan James yang begitu lugas dan menarik. Pada sesi tanya jawab, terlihat antusiasme peserta. Berbagai pertanyaan seputar pengelolaan Art Gallery muncul. Mulai dari bagaimana cara meyakinkan masyarakat agar mempercayakan benda koleksi mereka untuk disumbangkan kepada Art Gallery atau museum, tata pameran tetap, jumlah pengunjung, bagaimana Art Gallery menampilkan potret Islam yang cinta seni dan keindahan, bagaimana tanggapan publik Australia terhadap koleksi seni Islam, hingga perawatan dan kegiatan pemanduan yang dilakukan oleh 120 sukarelawan pada Art Gallery.

Banyak hal unik yang terungkap dari ceramah ini. “Saya menyaksikan sendiri, setiap Senin pagi, selesai rapat pegawai, para kurator di Art Gallery menuju ruang galeri yang menjadi tanggung jawabnya dan membersihkan koleksi menggunakan kemoceng,” kata Ali Akbar, moderator sekaligus Kepala Seksi Koleksi dan Pameran Bayt Al-Qur'an & Museum Istiqlal yang pernah dua kali berkunjung ke Art Gallery di Adelaide. “Bahkan, saya juga melihat direktur Art Gallery bertugas piket di front desk galeri,” lanjut Ali. Art Gallery sendiri memiliki ribuan koleksi, dan 94%-nya adalah sumbangan masyarakat.

Sebagai kurator, James beberapa kali menyelenggarakan pameran penting. Pada tahun 2005-2006 ia menyelenggarakan pameran besar seni Islam Asia Tenggara berjudul Crescent Moon: Islamic Art and Civilization in Southeast Asia. Salah satu benda koleksi Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal yang dipinjam untuk pameran ini adalah ukiran mimbar kuno dari Palembang. Ceramah ini dihadiri 30 orang pegawai, dan diharapkan dapat menambah wawasan serta menumbuhkan motivasi untuk bekerja secara profesional dalam pengelolaan Bayt al-Qur'an & Museum Istiqlal.[if]

Berita Terkait