Pameran pada MTQ Internasional di Pontianak

Pontianak (06/07/2012) - Untuk kesekian kalinya, Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal mengadakan pameran sebagai sarana sosialisai BQMI maupun satuan kerja yang menaunginya, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Dilaksanakan bertepatan dengan MTQ Internasional ke-1 di Pontianak, Kalimantan Barat, pada tanggal 3-8 Juli 2012. Pameran BQMI kali ini berjudul “Khazanah al-Qur’an Kuno di Kalimantan Barat”. Acara dibuka oleh Wakil Presiden RI Boediono pada malam Rabu (3/7), bertempat di GOR Sultan Syarif Abdurahman, dan ditutup oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya.

Ada tiga aspek yang hendak dituju dari setiap pameran yang diadakan BQMI, yaitu sosialisasi, edukasi, dan distribusi. Ketiga aspek tersebut, pada pameran kali ini, salah satunya menekankan tentang kelestarian khazanah Al-Qur’an kuno yang ada di Kalimantan Barat. Di provinsi ini dahulu ada beberapa kerajaan Islam, dan tentu memiliki warisan budaya, salah satunya Al-Qur’an. Pameran ini penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya. Konon, Pontianak menjadi salah satu pintu penjualan naskah ke Malaysia dan Brunei Darussalam, yang dalam satu atau dua dekade terakhir gencar membeli naskah kuno Nusantara.

Di pihak lain, pameran yang dikunjungi oleh para kafilah internasional ini juga sangat strategis untuk mensosialisasikan bahwa negara kita memiliki “Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia” dan lembaga tashih Al-Qur’an.

Untuk memperkenalkan kepada umat Islam akan khazanah Al-Qur’an dunia, pameran kali ini membawa sejumlah koleksi Al-Qur’an dan terjemahannya dalam berbagai bahasa, antara lain Belgia, Belanda, Prancis, Kongo, Zimbabwe, Jepang, Korea, India, dan Srilanka. Selain itu, memamerkan juga koleksi Al-Qur’an qira’at Imam Warasy yang biasa dipakai oleh kaum muslimin di Afrika. [ahs]

Berita Terkait