BQMI Hadir di Yogyakarta

Foto Kabid. BQMI menyerahkan poster Mushaf IstiqlalYogyakarta (23/09/2012) - Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal (BQMI) Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an untuk yang pertama kalinya hadir di tengah-tengah masyarakat Yogyakarta melalui pameran pada Festival Museum Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengambil tema “Museum Goes to Istana”. Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY bekerja sama dengan Badan Musyawarah Musea (Baramus) DIY dan ini merupakan yang kelima kalinya diadakan di Yogyakarta. Sesuai dengan tema festival, kali ini pameran bertempat di area Keraton Yogyakarta, yaitu di Gedung Pagelaran, tanggal 23 – 28 September 2012.

Pameran dibuka oleh perwakilan Gubernur DIY Dr. Andung dengan pemotongan pita. Acara pembukaan dihadiri oleh ribuan masyarakat yang memadati alun-alun utara keraton, dimeriahkan dengan karnaval yang diikuti oleh kafilah-kafilah museum dan para pelajar di sekitar DIY. Tampak dalam barisan kereta kuda terdepan duta museum Indonesia, Sigih Wimala. Pameran ini diikuti oleh 38 museum dari berbagai kota di Indonesia, termasuk enam di antaranya adalah museum-museum yang berada di lingkungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, yaitu Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal, Museum Olahraga, Museum Penerangan, Museum Perangko, Museum Indonesia, Museum Minyak dan Gas Bumi.

Sesuai dengan tema “Museum Goes to Istana”, Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal kali ini mengangkat koleksi mushaf Al-Qur’an dari beberapa istana di Nusantara”. BQMI ingin memberi gambaran singkat kepada masyarakat mengenai sejumlah mushaf Al-Qur’an kuno (tulisan tangan) yang disalin di beberapa istana kesultanan di Nusantara. Mushaf-mushaf tersebut kini tersimpan di istana atau museum istana tempat asal mushaf tersebut disalin. Mushaf-mushaf tersebut berasal dari 10 kesultanan Nusantara, yaitu Banten, Cirebon, Yogyakarta, Surakarta, Riau-Lingga, Terengganu (Malaysia), Sumbawa, Bima, Bone, dan Ternate. Pemilihan warisan mushaf dari ke-10 istana kesultanan tersebut terutama karena keindahan iluminasi, kaligrafi, dan kekhasan mushafnya. Pameran ini juga memberikan informasi kronologis sejarah mushaf Al-Qur’an di Indonesia dari masa ke masa dengan menampilkan sejumlah mushaf cetak sejak periode awal hingga kontemporer.

Koleksi mushaf unggulan BQMI yang berasal dari Kesultanan Bima, yaitu “Mushaf La Lino”, mampu menarik pengunjung, tidak hanya masyarakat lokal, tetapi juga pengunjung mancanegara. Mereka tertarik menyaksikan keindahan ornamen mushaf kuno, di samping sejumlah koleksi lainnya.

Artikel terkait tentang Mushaf Istana Nusantara dapat dilihat pada artikel kesatu dan artikel kedua. [sya]

Berita Terkait