Lokakarya Penerbitan Mushaf Al-Qur’an 2012

Foto Pembukaan Lokakarya oleh Ka. Balitbang dan DiklatBogor (25/09/2012). “Menuju Standardisasi Penerbitan Mushaf Al-Qur’an”. Demikian tema Lokakarya yang diselenggarakan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an tahun 2012. Tema ini sengaja diangkat penyelenggara mengingat belakangan ini muncul sejumlah kritik cukup keras yang disuarakan masyarakat, khususnya beberapa orang pada lembaga  tertentu melalui sejumlah media cetak yang ditujukan langsung kepada Lajnah sebagai pihak yang dianggap memiliki tanggung jawab dalam penerbitan, percetakan, hingga peredaran mushaf Al-Qur’an.

Lokakarya ini adalah upaya Lajnah untuk meluruskan persoalan dan menempatkan kritik yang muncul di atas secara proporsional, sehingga kritik tersebut bisa diolah menjadi masukan bagi sejumlah pihak yang terkait dengan penerbitan mushaf Al-Qur’an, baik Lajnah, penerbit, percetakan, hingga distributornya.

Acara ini diselenggarakan selama tiga hari, 24-26 September 2012, bertempat di Hotel Griya Astoeti, Bogor, dan dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Machasin. Peserta terdiri dari kalangan penerbit dan percetakan mushaf Al-Qur’an, pakar ilmu Al-Qur’an, pegawai Lajnah, serta para hafiz yang kesemuanya berjumlah 70 orang.

Pada sesi pertama Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Drs. H. Muhammad Shohib, MA menyampaikan makalah berjudul “Kebijakan Penerbitan Mushaf Al-Qur’an di Indonesia” yang dipanel dengan makalah kedua “Mushaf Al-Qur’an Standar” yang disampaikan langsung oleh salah satu pelaku dan penyusun Mushaf Standar, Drs. H. E. Badri Yunardi, M. Pd. Sesi berikutnya, makalah disampaikan oleh Dr. H. Ahsin Sakho Muhammad, MA yang mengupas cukup detail berkaitan dengan “Etika Pencetakan Mushaf Al-Qur’an.”

Selaian ketiga pembicara di atas, Lajnah juga mengundang pihak penerbit dan pencetak mushaf untuk berpartisipasi menjadi pembicara pada kegiatan ini dengan tema yang berhubungan dengan tahapan-tahapan dalam proses pencetakan mushaf Al-Qur’an. Tema ini disampaikan oleh H Hasan Toha Putra, Semarang, dan Bapak Adang Kartana dari PT Pantja Simpati. Tidak kalah penting dari paparan di atas adalah makalah “Standardisasi Pencetakan Mushaf Al-Qur’an” yang disampaikan oleh Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA, selaku Kepala Bidang Pengkajian Mushaf Al-Qur’an pada Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Tema terakhir ini tampaknya menjadi puncak acara Lokakarya yang memang menjadi tema kegiatan ini. Secara umum, salah satu tujuan lokakarya ini adalah mengeluarkan regulasi baru bagi para penerbit, percetakan, serta distributor mushaf agar kesalahan yang berkaitan dengan isi, materi, proses percetakan, hingga perlakuan terhadap kitab suci ini menjadi lebih baik.[mus]

Berita Terkait