Sidang Pleno Penyusunan Draf Buku “Asbabun Nuzul”

Foto sidang pleno penyusunan buku asbabun nuzulJakarta (13/5) - Memahami sebab turunnya ayat Al-Qur’an menjadi penting diketahui untuk menggali nilai-nilai ayat, di samping merupakan informasi kepada pembaca tentang kronologi suatu kejadian tertentu atau diputuskannya suatu hukum syar‘i. Untuk itu, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an menyelenggarakan kegiatan penyusunan draf buku kronologi dan sebab turunnya wahyu Al-Qur’an (asbabun nuzul). Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program yang telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2012. Pada sidang pleno kali ini, pembahasan telah sampai pada ayat ke-36 dari Surah al-Anfal.

Diskusi pada sidang pleno secara umum bersinggungan dengan hadis tentang setiap ayat yang memiliki asbabun nuzul. Pencantuman tanda baca/syakl, penerjemahan kata per kata, serta penelusuran perawi hadis adalah di antara bahan diskusi bersama narasumber yang berkompeten di bidangnya. Narasumber dan narasumber pendamping kegiatan ini adalah Dr. H. Shahabuddin, MA, H. M. Khairul Mustaghfirin, MA, M. Hudoir, S.Ag, Athoullah, SQ, Mu‘ammar, SQ, dan Saefuddin, S.Ag.

Pembahasan tentang asbabun nuzul bukan ayat per ayat secara berurutan sebagaimana lazimnya pada tafsir tahlili, akan tetapi disesuaikan dengan ayat yang secara riwayat memiliki asbabun nuzul saja. Pada pembahasan pertama, misalnya setelah ayat ke-36 dari Surah al-Anfal, pembahasan langsung pada ayat ke-66 dari surah yang sama. Setiap ayat yang mengandung asbabun nuzul dikritisi, redaksi serta riwayat hadis yang berkaitan dengannya,  sehingga pada akhirnya akan dihasilkan draf buku yang dapat dijadikan referensi ilmiah bagi para akademisi, khususnya para pemerhati ilmu Al-Qur’an. Pembahasan terakhir dari sidang pleno kali ini adalah ayat ke-1 hingga ke-10 dari Surah ‘Abasa. []

Berita Terkait