Musyawarah Kerja Ulama Al-Qur’an “Al-Qur’an di Era Global: Antara Teks dan Realitas”

Menteri Agama RI Beserta Peserta MukerJakarta (21/05) ‐ Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMA) Balitbang Diklat Kementerian Agama RI akan menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Al-Qur’an. Mengambil tema “Al-Qur'an di Era Global: Antara Teks dan Realitas”, Muker tahun ini diselengarakan selama 4 (empat) hari, 21 – 24 Mei 2013, di Hotel Le Dian Serang Banten.

Muker Ulama Al-Quran ini dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Menteri Agama, Suryadharma Ali, dan ditutup oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Machasin. Muker Ulama Al-Quran ini akan diikuti oleh 120 peserta, terdiri dari para ulama, akademisi, dan pemerhati kajian tafsir dan ilmu Al-Qur’an yang merepresentasikan beberapa unsur berikut: a) Kemenag RI (Jakarta); b) Kanwil Kemenag Provinsi Banten; c) IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten (SMHB); d) Dosen Perguruan Tinggi Islam; e) Perguruan Tinggi Umum (UI dan ITS); f) Institut Perguruan Tinggi  Al-Qur’an (PTIQ); g) Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ); h) Ulama dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur'an; i) Majelis Ulama Indonesia (MUI), pusat dan wilayah; j) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI); dan k) Pusat Studi Al-Qur'an (PSQ) Jakarta.

Peserta yang diundang  berasal dari 25 provinsi di Indonesia, yaitu: NAD, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Riau, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara.

Penyelenggaraan muker tahun ini dilatarbelakangi oleh beberapa pokok pikiran berikut:

  1. Semangat dan kesadaran untuk terus berupaya mendialogkan dan mendekatkan pemahaman Al-Qur’an dengan dinamika masyarakat.
  2. Semangat untuk mensosialisasikan dan mendapatkan masukan atas produk hasil kajian Tafsir Tematik dan Tafsir Ilmi yang dihasilkan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.
  3. Semangat  untuk membahas berbagai persoalan aktual yang terkait dengan tafsir Al-Qur'an, serta  menggali ide-ide dan topik-topik kontemporer bagi pengkajian di masa yang akan datang.

Muker Ulama Al-Qur’an yang diprakarsai LPMA dan dalam teknisnya bekerjasama dengan IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten ini bertujuan:

  1. Menghimpun saran dan masukan dari para ulama ahli Al-Qur'an  dan para pakar guna perbaikan dan penyempurnaan Tafsir Tematik, 5 seri buku, dan Tafsir Ilmi 4 seri buku, yang diterbitkan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an pada tahun 2012.
  2. Membahas persoalan aktual yang terkait dengan terjemah dan tafsir Al-Qur'an serta menjaring beberapa tema pokok seputar Kajian Al-Qur'an Kontemporer sesuai dengan dinamika yang berkembang di lingkungan masyarakat yang akan direkomendasikan sebagai bahan kajian di masa mendatang.
  3. Menyelenggarakan Seminar Nasional Al-Qur'an. Seminar ini diagendakan untuk mewadahi penyajian dan pemba¬hasan paper-paper terpilih seputar persoalan yang berkaitan dengan upaya tafsir Al-Qur'an Indonesia menjawab tantang¬an zaman, pembelajaran Al-Qur'an di tengah masyarakat Indonesia, dan ragam mushaf di Indonesia dilihat dari rasm, qiraat, maupun sejarah penyalinan dan pencetakannya.

Sejumlah narasumber akan menyampaikan paparannya pada Muker Ulama Al-Quran ini, di antaranya:  a) Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nuh (Mendikbud RI) tentang Peran Intelektual dan Cendekiawan Muslim dalam Mengembangkan Sains dan Teknologi Berbasis Al-Qur'an dan Sunnah; b) Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA (Wakil Menag RI) tentang Mengembangkan Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur'an dan Menanam¬kannya kepada Peserta Didik; c) Dr. K. H. Ali Mustafa Yaqub, MA (Pengasuh Pesantren Luhur Darussunnah/Imam Besar Masjid Istiqlal) tentang Terjemah Al-Qur'an dari Masa ke Masa; d) Dr. H. Muchlis M. Hanafi MA (Kabid Pengkajian Al-Qur'an LPMA) tentang Sistem Manajemen Mutu Penerbitan dan Pencetakan Mushaf Al-Qur'an di Indonesia; e) Prof. Dr. Phil. H. Nurcholis Setiawan (Guru Besar Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) tentang Metodologi Tafsir Al-Qur'an Tematik: Sebuah Pengantar Tafsir Al-Qur’an Tematik Kementerian Agama; f) Prof. Dr. H. Umar Anggara Jenie, Apt., M.Sc (Guru Besar UGM Yogyakarta) tentang Pendekatan Saintifik dalam Menafsirkan Al-Qur'an: Sebuah Pengantar Tafsir Ilmi Kementerian Agama; serta g) Prof. Dr. H. M. Quraish Shihab (Direktur Pusat Studi Al-Qur’an  (PSQ) Jakarta) tentang Catatan Umum Atas Tafsir Tematik Dan Tafsir Ilmi.

Selain itu, Muker Ulama Al-Qur’an ini juga akan mendiskusikan dua puluh hasil kajian dan penelitian tentang Al-Qur'an dari para akademisi dan peneliti yang dijaring melalui Call for Papers. Adapun tema diskusi itu terkait tiga hal berikut: a) Upaya Tafsir Al-Qur'an Indonesia Menjawab Tantangan Zaman (Komentar Narasumber oleh: Prof. Dr. H. M. Atho Mudzhar); b) Pembelajaran Al-Qur'an di Tengah Masyarakat Indonesia (Komentar Narasumber oleh: Dr. K.H. A. Malik Madaniy, MA); c) Mushaf Al-Qur'an: Rasm, Qiraat, dan Sejarah Penyalinan dan Pencetakannya (Komentar Narasumber oleh: Dr. K. H. Ahsin Sakho Muhammad) [dh]

Berita Terkait