Perumusan Hasil Lokakarya Penerbitan Mushaf Al-Qur’an

Bogor (24/10/2013) - Sebagaimana kegiatan lokakarya tahun-tahun sebelumnya, lokakarya tahun 2013 ini menghasilkan sejumlah rekomendasi yang dirumuskan secara bersama antara Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an dengan praktisi penerbit mushaf Al-Qur’an. Di antara penerbit yang turut serta dalam kegiatan dan perumusan ini adalah Bayan Qur’an, CV. Kharisma Putra Utama/Syarefa Jakarta, Al Huda Kelompok Gema Insani, CV. Arya Duta Depok, PT. Insan Media Pustaka Jakarta, CV. Al-Qolam Publishing Tangerang Selatan, CV. Pustaka Jaya Ilmu Bekasi, PT. Akbar Media Eka Sarana Jakarta, Pustaka Al-Fadilah, Lautan Lestari (Lestari Books) Jakarta, Lembaga Percetakan Al-Qur'an Bogor, CV. Dua Sehati Tangerang, PT. Sygma Examedia Arkanleema Bandung, CV. Fajar Utama Madani Bandung, Al Mizan Publishing House, PT Cordoba Internasional Indonesia, Asy-Syifa’, PT. Karya Toha Putra Semarang, Mubarakatan Tayyibah Kudus, PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri Solo, CV. Ain Syams Sukoharjo, Duta Ilmu Surabaya, PT. Bina Ilmu Surabaya, TB. Imam Surabaya, Pisma Abadi Jaya, APQI (Asosiasi Penerbit Qur’an Indonesia), LPQ (Lembaga Percetakan Al-Qur’an), dan lainnya.

Adapun butir-butir rekomendasi yang dirumuskan pada sesi terakhir kegiatan lokakarya penerbitan mushaf Al-Qur’an ini adalah:

  1. Komitmen untuk meningkatkan kualitas SDM penerbitan mushaf Al-Qur’an dengan melakukan pembinaan secara reguler, terencana, dan terarah.
  2. Pengadaan master mushaf Al-Qur’an dengan jenis khat/font baru berdasarkan mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia.
  3. Penyiapan naskah mushaf Al-Qur’an oleh penerbit harus dilakukan dengan hati-hati dan sebaik mungkin .
  4. Quality Control dalam penerbitan mushaf Al-Qur’an harus diterapkan secara ketat.
  5. Isi suplemen dalam Al-Qur’an tidak boleh menimbulkan polemik/kontroversi di tengah-tengah masyarakat dan ditangani oleh tim penerbit yang dapat bertanggung jawab secara akademis.
  6. Melakukan kajian dan penyempurnaan terjemah Al-Qur’an Kementerian Agama, terutama ayat-ayat yang berpotensi disalahpahami.
  7. Kegiatan  penerbitan mushaf Al-Qur’an dilakukan tidak semata-mata untuk kepentingan bisnis, melainkan diutamakan untuk kepentingan dakwah (ibadah) untuk mendapatkan rida Allah.

Tujuh butir rekomendasi ini diharapkan menjadi solusi terbaik bagi Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an dengan para penerbit untuk menghasilkan kualitas penerbitan mushaf Al-Qur’an yang lebih baik lagi pada edisi-edisi selanjutnya.

Berita Terkait