Kaidah-kaidah Rasm Usmani dalam Kitab Dalilul KHairan

Bogor (31/10/2013) - Sidang reguler pentashihan kembali dilaksanakan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama. Acara ini diawali dengan pembacaan kitab Dalilul Khairan, karya al-Maragini oleh Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad selaku narasumber pada kegiatan tersebut. Kitab ini memuat penjelasan tentang kaidah-kaidah rasm usmani dalam bentuk bait-bait, berikut syarahnya atau penjelasannya. Pembacaan kaidah-kaidah rasm usmani ini dianggap penting demi meningkatkan wawasan dan pengetahuan para pentashih berkaitan dengan rasm usmani yang menjadi pegangan utama dalam mushaf standar Indonesia, dan juga karena banyak kalangan yang bertanya dan mempertanyakan rasm usmani yang selama ini dipakai untuk mentashih mushaf-mushaf yang masuk pada Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Sidang reguler kali ini membawa serta sejumlah mushaf dari para penerbit yang cukup banyak dan beragam. Selain terdiri mushaf Al-Qur’an 30 juz, beberapa naskah juga dilengkap, misalnya, dengan terjemahan, tajwid warna, hingga terjemah perkata, atau bahkan kombinasi dari semuanya. Secara terperinci, sidang ini membaca naskah (1) Al-Qur'an dan terjemahnya 30 juz (Al-Musamma') dari PT. Eaststar Adhi Citra Jakarta; (2) Mushaf Al-Qur'an 30 juz, CV. Nurul Furqon Surabaya; (3) Mushaf Al-Qur'an 30 juz, TB. Imam Surabaya; (4) Mushaf Tajwid Warna 30 juz dan Terjemahnya, CV. Madinatul Ilmi Sukabumi; (5) Mushaf Tajwid Warna 30 juz, CV. Al-Hidayah Surabaya; (6) Mushaf Tajwid Warna 30 juz dan Terjemahnya, CV. Al-Hidayah Surabaya; (7) Al-Qur'an Terjemah Perkata 30 juz dilengkapi tajwid warna, CV. Fokusmedia Bandung; (8) Mushaf Tajwid Warna 30 juz dan Terjemahnya, PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri Solo; (9) Mushaf Tajwid Warna 30 juz dan Terjemahnya (Al-Muasir), Khazanah Intelektual Bandung; dan (10) Mushaf dan Terjemahnya (Al-Muasir), Khazanah Intelektual Bandung.

Selain ditashih oleh para pentashih dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, naskah-naskah ini juga dibaca dan dikoreksi oleh  sejumlah narasumber dari beberapa lembaga atau perguruan tinggi, seperti PTIQ Jakarta. Di antara narasumber yang hadir pada kesempatan sidang reguler ini adalah Dr. KH. Ahmad Fatoni, Lc, Dr. H. Ali Nurdin, Dr. Husnul Hakim, dan Dr. KH. Muhaimin Zain.

Berita Terkait