Kajian dan Penyusunan Nama-nama Surah Al-Qur'an: Upaya LPMQ Perkuat MSI

 

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) melaksanakan kegiatan Kajian dan Penyusunan Nama-nama Surah Al-Qur'an tahun 2022. Kegiatan ini adalah bagian dari upaya LPMQ memperkuat naskah akademik Mushaf Standar Indonesia (MSI).

Pernyataan itu disampaikan oleh Koordinator Bidang Pengkajian Al-Qur'an, H. Abdul Aziz Sidqi, MA. dalam sidang perdana yang dilaksanakan hari Kamis, (3/02) di Jakarta Timur.

"Kajian penyusunan nama-nama surah ini penting sebagai penguatan naskah akademik MSI," terangnya.

Aziz menambahkan, selama ini LPMQ terus berupaya melaksanakan kajian penyusunan untuk memperkuat landasan ilmiah MSI. Beberapa hasil kajian yang telah dilaksanakan antara lain: kajian dan penyusunan buku Sejarah MSI, Rasm Utsmani dalam MSI, Waqaf Ibtida, Asbab Nuzul, dan Makki Madani.

"Pada tahun ini upaya penguatan itu kita teruskan dengan memberikan argumen dasar-dasar ilmiah pada nama-nama surah yang telah ditetapkan dalam MSI," jelasnya.

Menurut Aziz, penetapan nama-nama surah dalam MSI sebelumnya dilakukan pada tahun 2007. Hal itu dilakukan disebabkan adanya perbedaan beberapa nama surah dalam MSI dan Terjemahan Al-Qur'an Kementerian Agama, seperti: Al-Isra dengan Bani Israil, Ghafir dengan Mukmin, Az-Zilzal dengan Az-Zalzalah, al-Mujadilah dengan Al-Mujadalah.

Ia berharap kajian ini bisa tuntas tahun 2022 dan bisa dicetak pada tahun 2023. [bp]

 

 

Berita Terkait