Lomba Batik Kaligrafi Nasional Harus Ditingkatkan Menjadi Lomba Tingkat Internasional

Lomba Kaligrafi Batik Nasional 2022 yang diselenggarakan oleh Bayt Al-Qur’an, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) selesai dilaksanakan. 81 lembar kain hasil perpaduan proses batik dengan tulisan kaligrafi sudah dicermati satu per satu oleh para dewan juri untuk dinilai kelayakannya menjadi juara. Hasilnya, sesuai dengan ketentuan pelaksana kegiatan, 9 karya terbaik dinyatakan menjadi juara.

Rabu pagi, 30/11/2022, 81 lembar batik sudah dipasang di area pamer Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal dan siap dinilai dewan juri. Dewan juru penilai terdiri dari juri bidang batik, juri bidang kaligrafi, dan juri konsep secara keseluruhan. Dari ketiga unsur ini akan menentukan statusnya untuk menjadi yang terbaik.

Prof. Dr. Waryono, M.Ag., plt. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an selaku penanggung jawab lomba, hadir memimpin proses penilaian lomba tahun ini. Dalam pengarahannya, ia menyatakan kebanggannya lomba ini karena ini merupakan inovasi luar biasa yang bisa membuka ruang baru, baik dalam kebudayaan, seni, maupun dalam dunia ekonomi kreatif.

“Kegiatan kaligrafi batik yang menggabungkan dua budaya, yaitu batik dan kaligrafi. Kedepan bisa kita kerja sama dengan Kemendikbud dan Kemenparekraf agar ini bisa menjadi lebih luas lagi. Sehingga diharapkan tingkat partisipasi masyarakat lebih banyak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren ini berpandangan bahwa lomba ini diharapkan menjadi pemantik untuk para pengrajin batik dan kaligrafer mengembangkan kaligrafi batik menjadi bernilai ekonomi. “Kaligrafi batik ini bisa diekspor ke Timur Tengah bersama produk kaligrafi lainnya, misalnya jam dinding kaligrafi, dan lainnya. Sangat mungkin ini bisa diterima di sana,” ujarnya.

Ia juga berharap lomba ini ke depannya bisa dikembangkan menjadi lomba tingkat internasional. Meskipun pasti membutuhkan effort yang lebih untuk menyelenggarakannya. Dengan lomba tingkat internasional, itu akan lebih mengenalkan batik Indonesia ke dunia bahwa batik di Indonesia bukan hanya sekadar batik tetapi memang warisan luar biasa yang dimiliki Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman pelaksana lomba sehingga berjalan lancar dan juga dewan juri semoga menghasilkan karya terbaik. Ke depan kita buat lomba kaligrafi batik ini ke tingkat internasional,” tutup Waryono.

Sebagai informasi, lomba ini diikuti oleh 81 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil lomba diumumkan pada Kamis, 1/12/202 melalui zoom meeting. Dewan juri dalam lomba ini adalah:

  1. Dr. Komarudin Kudia sebagai juri bidang batik dari Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI);
  2. KH. Dr. Sirojuddin AR sebagai juri bidang kaligrafi dari Pondok Pesantren Kaligrafi LEMKA; dan
  3. Dr. Ali Akbar, M.Hum sebagai juri konsep kaligrafi batik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan peneliti Mushaf Kuno di Nusantara. (Ath)

Berita Terkait