Tingkatkan SDM, Pentashih LPMQ Ikuti Pelatihan Membaca Al-Qur’an Isyarat

Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh pentashih dalam rangka meningkatkan pelayanan pentashihan pada Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an adalah memahami dan membaca Al-Qur’an isyarat. Untuk tujuan tersebut, Lajnah mengirim pentashih mushaf Al-Qur’an guna mempelajari Al-Qur’an isyarat, mulai dari sejarah hingga isyarat yang digunakan dan menjadi pedoman yang ditetapkan Kementerian Agama, pada 21 Juni 2022 di Balai Diklat Keagamaan Kementerian Agama, Bandung.

Acara ini diikuti oleh pegawai LPMQ Kementerian Agama yang belum lama dilantik dan ditetapkan sebagai Pentashih Mushaf Al-Qur’an di lingkungan Kementerian Agama. Bertindak sebagai narasumber pada kegiatan ini adalah Al-Islamabad dan Nirna Nurlela dari Rumah Quran Isyarat (RQI) dengan dipandu oleh juru bahasa isyarat.  

“Hal pertama yang harus diperhatikan dalam penggunaan bahasa isyarat, baik Latin maupun untuk tulisan Arab Al-Qur’an adalah posisi tangan. Tangan yang digunakan untuk berisyarat adalah tangan kanan si pembaca Al-Qur’an. Jika tidak memungkinkan menggunakan tangan kanannya, maka diperkenankan menggunakan tangan kirinya, namun arah isyaratnya berlawanan dengan pengguna tangan kanan, berlaku seperti pada cermin/mirroring”, jelas Al-Islamabad.

Selajutnya, Al-Islamaad juga menjelaskan, bahwa area pergerakan tangan adalah di hadapan depan pembaca, di bawah kedua matanya, di atas pusarnya, tidak lebih dari sisi kanan dan kiri tubuhnya agar mudah terlihat dan terbaca oleh pembaca, dan tentu saja dengan tetap memperhatikan adab dalam membaca Al-Qur’an.

Untuk memberi pendalaman terhadap materi, dipandu oleh Nirna Nurlela, setiap peserta diminta melakukan praktik mengisyaratkan setiap hurup hijaiyah dari alif hingga ya, hingga harakat dan beberapa tanda bacanya. Dengan cara tersebut peserta diharapkan bisa memahami huruf isyarat hijaiyah Al-Qur'an dengan baik dan benar. [Must]

Berita Terkait