Jakarta - Pegawai Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an mengikuti upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diselenggarakan di halaman Kantor Kementerian Agama. Peringatan hardiknas pada 2 Mei 2026 ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Hardiknas menjadi momentum refleksi bagi seluruh lapisan masyarakat bahwa pendidikan bukan sekedar proses transfer ilmu, melainkan proses memanusiakan manusia. Hal ini sejalan dengan nilai pendidikan yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara yakni asah, asih dan asuh. Bahwa pendidikan adalah proses pengembangan potensi dan pembinaan dengan kasih sayang.
“Partisipasi Semesta” yang tercantum dalam tema menjadi titik penting dalam keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pendidikan. Pendidikan yang membentuk generasi beriman dan bertakwa, berakhlak, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani serta jujur dan demokratis. Dengan demikian, pendidikan menjadi fondasi dalam membangun SDM unggul menuju Indonesia maju.
Lebih dalam lagi, Kementerian Agama melalui Lembaga Pendidikan Keagamaan memudahkan akses terhadap pendidikan agama dengan mengintegrasikan transformasi ilmu dengan menanamkan akhlak mulia.
Dalam peringatan hardiknas, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Ekoteologi dalam pendidikan. Kedua hal ini tengah dibangun oleh Kementerian Agama untuk mengingatkan pentingnya menjalankan kehidupan dengan cinta dan kolaborasi dengan alam semesta.
“Tak ada kehidupan layak dan ideal tanpa persahabatan dengan alam, begitupun alam tidak akan menjalankan fungsi sejatinya untuk pengabdian tanpa manusia. Sebagai panglima alam semesta, manusia bertanggung jawab untuk melestarikannya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Nasaruddin Umar juga turut memotivasi para pegawai Kementerian Agama agar menjaga motto "Ikhlas Beramal" serta tetap bersinergi dalam menghadapi tantangan ke depan.
“Semoga hari pendidikan nasional yang kita peringati hari ini, akan memberikan nilai juang untuk melangkah dengan penuh kepastian di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Upacara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada siswa berprestasi dari MAN IC Pekalongan yang diterima di 24 kampus luar negeri dan siswa MTsN 8 Kediri pemenang lomba lukis dan menyerahkan lukisan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang dilukis tangan oleh siswa tersebut.

