Jakarta, 10 Juni 2026– Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal (BQMI) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menerima kunjungan edukatif dari rombongan MIS Sirojul Huda 2 Bogor pada Rabu (10/6). Kunjungan ini menjadi kunjungan perdana bagi madrasah tersebut ke BQMI dalam rangka menambah wawasan peserta didik mengenai sejarah dan perkembangan Al-Qur’an.
Rombongan yang hadir berjumlah sekitar 300 orang, terdiri dari 250 siswa serta sekitar 50 orang guru dan orang tua pendamping. Selama kunjungan, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai koleksi dan informasi terkait sejarah Al-Qur’an yang tersimpan di BQMI. Pada kunjungan ini dibagi menjadi 3 kelompok beserta masing-masing pemandu dari BQMI. Pembagian kelompok antara lain kelompok 1 dipandu oleh Muhammad Lutfi, Kelompok 2 dipandu oleh Fuadiyati Firdausiana, dan kelompok 3 dipandu oleh Siti Aisyah Fatihaturrizqiyah.
Perwakilan guru MIS Sirojul Huda 2 Bogor, Sutini, menyampaikan bahwa kunjungan ini dilatarbelakangi oleh keinginan sekolah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa mengenai sejarah Al-Qur’an.
“Karena sekolah kami berbasis Islam, kami ingin anak-anak lebih memahami sejarah Al-Qur’an sehingga pengetahuan mereka tentang Al-Qur’an menjadi lebih mendalam. Kami mencari museum yang relevan dengan jenjang Madrasah Ibtidaiyah, dan ternyata ada BQMI yang sangat sesuai dengan kebutuhan pembelajaran kami,” ujar Sutini.
Ia juga mengungkapkan kesan positif setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kunjungan ke BQMI memberikan banyak wawasan baru bagi para siswa mengenai perjalanan sejarah Al-Qur’an dari masa ke masa.
“Alhamdulillah, kunjungan ini memberikan banyak wawasan bagi anak-anak terkait Al-Qur’an. Mereka dapat mengetahui berbagai informasi yang sebelumnya belum mereka pelajari secara langsung,” katanya.
Meski demikian, Sutini mengaku waktu kunjungan yang terbatas membuat rombongan belum dapat mengeksplorasi seluruh koleksi yang ada secara mendalam.
“Sayangnya karena keterbatasan waktu, kami belum bisa mendalami seluruh koleksi Al-Qur’an yang ada di BQMI. Mungkin ke depannya anak-anak bisa berkunjung kembali bersama orang tua agar lebih fokus mempelajari sejarah Al-Qur’an,” tambahnya.
Menurut Sutini, salah satu hal yang paling menarik perhatian peserta adalah informasi mengenai proses turunnya Al-Qur’an serta sejarah penulisannya pada masa awal Islam.
“Yang menarik adalah banyaknya informasi tentang sejarah Al-Qur’an, mulai dari pertama kali diturunkannya wahyu hingga bagaimana Al-Qur’an ditulis menggunakan media seperti pelepah kurma,” jelasnya.
Di akhir kunjungan, Sutini juga menyampaikan harapannya agar BQMI terus menjaga dan mengembangkan koleksi yang dimiliki sehingga dapat menjadi sumber pembelajaran berharga bagi generasi mendatang.
“Harapannya, semoga koleksi-koleksi ini tidak pernah hilang agar generasi mendatang tetap dapat mengetahui sejarah Al-Qur’an. Semoga BQMI juga semakin modern dan menarik, terutama bagi anak-anak, serta dapat menambah referensi koleksi lainnya,” tutupnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang memperkaya pemahaman siswa tentang sejarah Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap warisan keilmuan Islam.

