UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Kembali Lakukan Kunjungan Ke Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Kembali Lakukan Kunjungan Ke Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal

Sebanyak 200 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) bersama dosen dan pimpinan jurusan dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan kunjungan edukatif ke Bayt Al-Qur'an & Museum Istiqlal (BQMI) pada Rabu (24/6). Kegiatan kunjungan ini telah berlangsung secara rutin selama lima tahun berturut-turut. Rombongan dipimpin oleh  Ketua Jurusan PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M. Pd. I., didampingi sejumlah dosen, dan pembina Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Rombongan disambut dengan hangat oleh pengelola BQMI. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Jurusan PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., dan dilanjutkan dengan sambutan dari Koordinator BQMI, Liza Mahzumah. Selanjutnya, rombongan diajak berkeliling museum untuk melihat berbagai koleksi yang dipandu oleh Muhammad Lutfi dan Ida Nur Laila Sari.

Dalam sambutannya, Dr. Siti Maryam Munjiat, menegaskan bahwa kunjungan ke BQMI merupakan agenda akademik yang memiliki relevansi kuat dengan identitas dan kompetensi utama mahasiswa PAI.

“Program kunjungan ke BQMI sudah berjalan selama lima tahun. Salah satu alasan utama kami terus melaksanakan kegiatan ini adalah karena identitas mahasiswa PAI tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami sejarah, perkembangan, dan kajian keilmuannya secara lebih mendalam,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda ketika melihat langsung berbagai koleksi Al-Qur’an bersejarah yang selama ini hanya dipelajari melalui perkuliahan di kelas.

“Mahasiswa tidak hanya melihat materi melalui layar atau mendengar penjelasan dosen semata, tetapi dapat menyaksikan secara langsung perjalanan panjang sejarah Al-Qur’an, termasuk berbagai mushaf bersejarah seperti Al-Qur’an Wonosobo dan koleksi lainnya yang dipamerkan di BQMI,” tambahnya.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi sarana sinkronisasi pengetahuan antara teori yang diperoleh di kampus dengan informasi yang disampaikan oleh pengelola dan pemandu di BQMI.

“Setelah datang ke BQMI, mahasiswa tidak hanya melihat wujud Al-Qur’an secara nyata, tetapi juga memperoleh penjelasan yang komprehensif dari pengelola yang memahami sejarah dan silsilah mushaf. Pengetahuan yang mereka dapatkan menjadi lebih utuh dan saling melengkapi antara materi kuliah dan pengalaman lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap kunjungan ini mampu membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

“Mahasiswa diharapkan mampu memahami ajaran Islam secara lebih mendalam, mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, serta memahami tafsir ayat-ayat Al-Qur’an. Mereka juga dapat memahami pentingnya proses pentashihan sebagai upaya menjaga kemurnian Al-Qur’an,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan pihak BQMI.

“Kesan kami sangat luar biasa. Seluruh tim BQMI menyambut kami dengan baik, memberikan penjelasan secara rinci dan berulang kali, serta memperkenalkan berbagai program dan perkembangan terbaru yang ada di BQMI,” tuturnya.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari capaian pembelajaran mata kuliah Ilmu Al-Qur’an dan Hadis serta Pendidikan Pancasila. Mahasiswa tidak hanya diwajibkan mengikuti perkuliahan di kelas, tetapi juga melakukan observasi langsung dan menyusun laporan akademik berdasarkan pengalaman lapangan.

Sementara itu, Koordinator BQMI, Liza Mahzumah, menyampaikan apresiasi atas konsistensi kunjungan yang ilakukan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan. BQMI merupakan satu-satunya museum Al-Qur’an di Indonesia yang pengelolaannya berada di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ),” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa LPMQ memiliki tiga tugas utama, yaitu melakukan pentashihan mushaf Al-Qur’an, pengkajian dan pengembangan Al-Qur’an, serta pengelolaan BQMI.

“Seluruh Al-Qur’an yang beredar di Indonesia naskah masternya dikoreksi di LPMQ. Kami memiliki sekitar 90 pentashih yang hafal 30 juz Al-Qur’an dan setiap hari melakukan pemeriksaan huruf demi huruf, ayat demi ayat, termasuk tanda baca dan harakat,” jelasnya.

Selain itu, LPMQ juga mengembangkan berbagai kajian dan tafsir Al-Qur’an yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Di BQMI sendiri, pengunjung dapat menemukan beragam koleksi dan informasi mengenai Ulumul Qur’an, termasuk Al-Qur’an Braille dan isyarat bagi penyandang disabilitas.

“Kami sangat mengapresiasi program kunjungan dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai salah satu bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga kemurnian Al-Qur’an. Semoga kerja sama dan silaturahmi ini dapat terus terjalin di masa mendatang,” katanya

Kunjungan tahunan ini menjadi bukti komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna bagi mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan berbagai khazanah Al-Qur’an di BQMI, mahasiswa diharapkan semakin memahami nilai-nilai keislaman sekaligus memiliki kesadaran untuk menjaga dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id

Temukan Lokasi Kami

© 2025 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved