Syekh Abdur Rauf as-Singkili adalah ulama Aceh yang tidak hanya dikenal masyarakat Aceh atau Nusantara pada umunya, tapi juga di dunia internasional. Nama lengkapnya adalah Aminudin Abdur Rauf bin Ali al-Jawi Tsumal Fansuri as-Singkili. Ia dilahirkan di Singkil Aceh pada tahun 1024 H atau 1615 M. Syekh Abdur Rauf as-Singkil dikenal juga dengan gelar Teungku Syekh Kuala. Menurut sebagian keterangan, keluarganya berasal dari Persia atau Arabia yang datang menetap di Singkil Aceh pada akhir abad ke-13.

Pendidikan agamanya didapat pertama dari ayahnya sendiri di Dayah (Madrasah), kemudian melanjutkan pendidikan di Barus yang dipimpin oleh Syekh Hamzah Fansuri. Diantara ilmu yang dipelajari adalah ilmu agama, sejarah, mantik, filsafat, sastra hingga bahasa Parsi. Perjalanan kelimuannya selanjutnya dilanjutkan di wilayah Timur Tengah seperti Mesir dan Mekah. Di kawasan ini Syekh Abdur Rauf belajar pada Muhammad Al-Babili, Mesir, Muhammad al-Barzanji, Antolia. Di Mekkah sendiri, Syekh Abdur Rauf bermukim selama kurang lebih 19 tahun utuk mendalami ilmu agama.

METODE

Metode penelitian merupakan cara untuk mendapatkan data yang diperlukan dan digunakan untuk tujuan tertentu (Sugiyono, 2016). Pedekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yakni penelitian yang memanfaatkan data kualitatif yang kemudian dijabarkan secara deskriptif. Menurut Sukmadinata (dalam Suwandayani, 2018) penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, dan keterkaitan antar kegiatan.

Detail Pengunjung per Provinsi

Detail pengunjung 212.900 di wilayah Indonesia tersebar hampir semua provinsi dengan rincian: DKI Jakarta 53.229 (24,25%), Jawa Timur 39.682 (18,08%), DI Yogyakarta 15.621 (7,12%), Jawa Tengah 14.739 (6,71%), Sulawesi Selatan 11,784 (5,37%), Sumatera Utara 9.812 (4,47%), Kepri 8.595 (3,92%), Sumatera Selatan 5.134 (2,34%), Banten 4.593 (2,09%), Riau 3.483 (1,59%), Kalimantan Timur 2.867 (1,31%), Kalimantan Tengah 2.798 (1,27%), Bali 2.262 (1,03%), Kalimantan Selatan 1.942 (0,88%), Lampung 1.925 (0,88%), Kalimantan Barat 1.763 (0,80%), Sumatera Barat 1.645 (0,75%), Sulawesi Tengah 1.590 (0,72%), dan di bawah 0,5% antara lain Jambi, NTB, Sulawesi Utara, Papua, Papua Barat, Aceh, Maluku, Bengkulu, Maluku Utara, NTT, Gorontalo, Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Utara.

Situs web sebuah organisasi saat ini selalu menjadi rujukan ketika mencari informasi yang terkait dengan organisasi tersebut. Oleh karena itu website yang memuat informasi yang lengkap menjadi sangat penting.

Pengunjung website LPMQ  pada tahun 2019 sebanyak 92.288 dengan pengunjung terbanyak pada bulan September 2019 sebanyak 20.556. Pengunjung sebanyak 92.288, 65.533 (70,69%)-nya berasal dari mesin pencari.

Pada masa kejayaan Khilafah Abbasiah di Baghdad, ada seorang penyalin Al-Qur’an terkenal bernama Ibnu Bawwab (w. 413 H). Namanya lebih dikenal sebagai ‘dewa’ kaligrafi Islam gaya naskhi dibanding sebagai penyalin Al-Qur’an. Padahal, berdasar sumber sejarah, Ibnu Bawwab menulis 64 mushaf. Jumlah ini lebih banyak dari kaligrafer pendahulunya, Ibnu Muqlah yang hanya menyalin dua mushaf. meskipun begitu, masih kalah jauh dari para panyalin mushaf generasi selanjutnya dan penyalin dinasti mamluk (Mesir) yang berhasil menyalin mushaf hingga ratusan salinan mushaf.

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id

Temukan Lokasi Kami

© 2025 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved