JUARA II: Kaligrafi Batik dari Pulau Madura

Berdasar motifnya mirip motif Mega Mendung. Banyak yang mengira karya Kaligrafi Batik ini berasal atau dikerjakan oleh orang Cirebon. Ternyata karya ini diproduksi di pulau Madura, tepatnya Kabupaten Sumenep. Pembuatnya bernama Arif Kurniawan. Karya ini menyabet juara II Lomba Kaligrafi Nasional ke-1 besutan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Arif Kurniawan kelahiran Sumenep 32 tahun lalu ini jebolan Unesa Surabaya. Karyanya kali ini mengusung kaligrafi Surah Al-Isra/17: 09:

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar” (Al-Isrā'/17: 9)

Pada bagian latar, Arif  menggunakan motif huruf Arab yang jika dicermati saksama tidak mengandung makna. Mirip motif batik basurik di Bengkulu. Meskipun terkesan ruwet dengan huruf Arab yang tidak beraturan, namun komposisi warnanya bikin adem mata yang memandang. Arif menggunakan motif kubistis, arabic font, mega mendung, green art, retak seribu.

Pekerjaan karya ini diawali dengan desain atau menggambar menggunakan alat tulis pensil selanjutnya diteruskan dengan pemberian lilin (pembatikan) baik objek kaligrafi disertai dengan background dasar. Setelah itu, dilanjutkan pewarnaan pertama dengan menggunakan pewarna sintesis jenis warna Remasol dengan teknik kuas/lukis. Setelah diwarnai selanjutnya proses pembatikan kedua dengan menutupi warna-warna yang diinginkan dengan lilin/malan. Dilanjutkan pewarnaan yang ketiga dan dibatik kembali dengan lilin untuk menutupi warna yang lebih tua. Selanjutnya difiksasi dengan waterglass. Finishing-nya dilorot/direbus dengan air panas dengan tujuan untuk menghilangkan lilin pada kain.

Terkonsep dari warna-warna dingin yang disertai bentuk retak-retak tipis dan bentuk objek kubisme sebagai background/latar lukisan batik. Garis dan bentuk objek tulisan terinspirasi dari awan dideformasikan dari motif batik mega mendung. Tulisan Arab sebagai latar belakang yang berisikan cerita turunnya Al-Qur’an. Sumber motif ini merupakan inspirasi pribadi Arif.

Tulisan Arab dengan kombinasi bentuk awan dengan warna-warna dingin berfilosofikan bahwa kelembutan dan keunikan yang menghiasi langit adalah hal yang indah untuk dinikmati dengan diselimuti warna hijau sebagai penyejuk lara di kala panas teriknya matahari. AHS

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id
© 2023 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved