Karakteristik Hazf dan Itsbat Pada Jamak Muzakkar Salim

Literatur Arabic Grammar mendefiniskan jamak muzakkar salim sebagai sebuah isim yang bercirikan waw nun (وْنَ) atau ya’ nun (يْنَ) yang lazim berasal dari isim mufrad muzakkar ‘aqil. Di sepanjang 6236 ayat dalam al-Qur`an, jamak muzakkar salim bertebaran di berbagai surah, terutama jamak yang berakar pada sulasi mujarrad dan sulasi mazid. Uniknya, terdapat tiga nama surah yang menggunakan pola jamak muzakkar salim, yakni QS. al-Mu`minun (المُؤْمِنُوْنَ), al-Munafiqun (الْمُنٰفِقُوْنَ), dan al-Muthaffifin (المُطَفِّفِيْنَ). Karena itu, jamak ini mendapat bagian khusus dalam diskursus Ilmu Rasm dengan menyoroti kedudukan huruf waw dan ya` yang terletak sebelum huruf terakhir (nun). Kedua huruf tersebut memiliki dua kemungkinan; itsbat atau hazf. Itsbat berarti kedua huruf tersebut tetap dituliskan, sementara hazf berarti penghapusan huruf. 

Secara umum, huruf waw dan ya` pada rasm jamak muzakkar salim baik yang bersifat mulhaq maupun non-mulhaq berlaku hukum itsbat. Kedua huruf tersebut dituliskan sebagaimana pada umumnya jamak muzakkar salim. Hal ini mengindikasikan adanya muwaqafah (keserasian) antara rasm Ustmani dan rasm Imla`i/Qiyasi (kutibat kama sumi’at). Pentahkik al-Muqni`, Dr. Basyir Hasan Al-Humairy ketika mendefinisikan Ilmu Rasm menyebutkan: 
علم بحال جميع و توجيه الظواهر الكتابية الموافقة و المخالفة من حذف و زيادة و إبدال و قطع و وصل بين الرسم العثماني و الرسم القياسي
Definisi di atas menyebutkan frasa “al-Muwaqafah” untuk mengisyaratkan bahwa para ulama rasm menegaskan adanya kesamaan antara rasm Ustmani dan Imla’i di sebagian tempat dalam mushaf al-Qur`an. Artinya, Itsbat waw dan ya` pada rasm jama` muzakkar salim semisal (المُجْرِمُوْنَ - الأَوَّلِيْنَ) menguatkan atau bahkan membuktikan syumuliyah ta’rif yang ditawarkan oleh pentahkik tersebut.  

Sedangkan hazf waw atau ya` pada rasm jama muzakkar salim diberlakukan pada lima kosakata yang terdiri dari 1x (الْغَاوٗنَ); 13x (النَّبِيّٖنَ); 3x (الْاُمِّيّٖنَ); 1x (رَبَّانِيّٖنَ); serta 2x (الْحَوَارِيّٖنَ). Alasan hazf pada mufradat ini adalah berkumpulnya double waw dan ya’ (kecuali عِلَّيِّيْنَ). Karena itu, untuk mempermudah para pembaca, pada Mushaf Standar Indonesia (MSI) diberi diakratik dhammah maqlubah dan kasrah qaimah untuk menunjukkan bacaan mad pada tempat-tempat tersebut. Pembahasan ini dimention Abu ‘Amr al-Dani dengan sub judul Dzikr maa Huzifat Minhu Ihda al-Ya-aini Ikhtisharan wa maa Atsbatat Fihi ‘ala al-Ashl.

Hazf dan Itsbat juga terjadi apabila jamak muzakkar salim hadir dengan wazan isim fa’il (فَاعِلُوْنَ - فَاعِلِيْنَ). Bedanya, hazf dan itsbat bukan terletak pada waw atau ya`, melainkan pada alif yang terletak setelah fa’ fi’il. Itsbat berarti alif dituliskan, dan jika terjadi hazf, maka alif diwakilkan oleh fathah qaimah. Perhatikan contoh berikut: 

(1) Wazan (فَاعِلُوْنَ); Itsbat alif QS. al-Mukminun: 7 & 8 (الْعَادُوْنَ - رَاعُوْنَ); hazf alif QS. al-Mukminun: 10 & 11 (الْوٰرِثُوْنَ - خٰلِدُوْنَ); 
(2) Wazan (فَاعِلِيْنَ); Itsbat alif QS. al-Mukminun: 46 & 113 (عَالِيْنَ - الْعَاۤدِّيْنَ); hazf alif QS. al-Mukminun: 14 & 17 (الْخٰلِقِيْنَ - غٰفِلِيْنَ). 

Hazf dan istbat alif seperti keterangan di atas juga ditemukan pada jama muzakkar salim bab mufa’alah (مُفَاعِلُوْنَ - مُفَاعِلِيْنَ). Contoh kasus dapat dilihat dalam MSI dan Mushaf Madinah (MM) tepatnya pada QS. al-Nisa`: 24 (مُسٰفِحِيْنَ); 95 (الْمُجٰهِدُوْنَ - الْمُجٰهِدِيْنَ); 145 (الْمُنٰفِقِيْنَ); QS. al-Hasyr: 8 (الْمُهٰجِرِيْنَ); serta QS. al-Munafiqun: 1 (الْمُنٰفِقُوْنَ). Sedangkan untuk istbat alif di contoh-contoh tersebut dapat dirujuk ke mushaf MSI Bahriyah. [RD]

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id

Temukan Lokasi Kami

© 2025 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved