Dari Bahasa Sunda ke Makna Al- Quran: Metodologi Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun

Pada tulisan sebelumnya, kita sudah mengenal bahwa Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun merupakan tafsir berbahasa Sunda lengkap 30 juz yang penafsirannya tidak luput dari unsur lokalitas di dalamnya. Moh. E. Hasim sebagai pribadi yang semasa mudanya aktif menjadi guru bahasa dan andil di dunia militer. Ia mempelajari bahasa Arab secara otodidak di masa pensiun membuatnya mampu menulis tafsir Al- Quran 30 juz lengkap bermodalkan tafsir Al-Quran, kamus bahasa Arab dan buku pengajaran bahasa Sunda.

Disebutkan oleh az-Zarkasyi (w. 794 H) dalam al-Burhān, bahwa terdapat dua surah selain 114 jumlah yang saat ini diketahui. Keduanya memang disepakati oleh para ulama, sebagai surah yang tercantum dalam riwayat-riwayat mushaf yang dinisbatkan kepada Sahabat Ubay bin Ka’ab (w. 29 H) radhiyallāhu ‘anhu. 

Di Balik Diamnya Gunung: Titik Temu Tafsir As-Sya’rawi dan Sains Modern dalam Tafsir Ilmi Kemenag

Gunung sering kali menjadi simbol kekokohan. Ketika kita memandangnya, ia tampak sebagai raksasa yang diam, tenang, dan tak tergoyahkan. Ia adalah pasak bumi yang menjamin kestabilan pijakan kita.

Namun, Al-Qur'an menghadirkan sebuah ayat yang menantang pandangan mata kasar manusia. Dalam Surah An-Naml ayat 88, Allah berfirman:

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id

Temukan Lokasi Kami

© 2025 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved