Penulisan Rasm (كل ما ) Kulla Ma dalam Al-Qur’an menurut al-Syaikhani

Penulisan rasm kata (كل ما ) dalam Al-Qur’an setidaknya tersebar dalam 18 tempat. Ada yang dituliskanya dengan disambung (al-washl) ada juga yang dituliskan dengan dipisah (al-fashl).

Dalam Mushaf Standar Indonesia (MSI) 16 tempat dituliskan dengan disambung (كلما ) yang terdapat dalam; Qs. Al-Baqarah/2: 20, 25, 87, 100 Qs. Ali Imran/3: 37, Qs. An-Nisa/4: 56, Qs. Al-Maidah/5: 64, 70, Qs. Al-A’raf/7: 38, Qs. Hud/11: 38, Qs. Al-Isra/17: 97, Qs. Al-Hajj/22: 22, Qs. Al-Mu’minun/23: 44, Qs. As-Sajdah/32: 20, Qs. Al-Mulk/67: 8, Qs. Nuh/71: 7. Sementara yang dituliskan dengan terpisah (كل ما ) yaitu yang terdapat dalam Qs. An-Nisa/4: 91 dan Qs. Ibrahim/14: 34.

Sedikit berbeda dengan penulisan dalam Mushaf Madinah yang 15 tempat dituliskan dengan sambung (كلما )  yang terdapat dalam; Qs. Al-Baqarah/2: 20, 25, 87, 100 Qs. Ali Imran/3: 37, Qs. An-Nisa/4: 56, Qs. Al-Maidah/5: 64, 70, Qs. Al-A’raf/7: 38, Qs. Hud/11: 38, Qs. Al-Isra/17: 97, Qs. Al-Hajj/22: 22, Qs. Al-Mu’minun/23: 44, Qs. As-Sajdah/32: 20, Qs. Al-Mulk/67: 8, Qs. Nuh/71: 7. Sementara yang dituliskan dengan terpisah (كل ما ), yaitu yang terdapat dalam Qs. An-Nisa/4: 91, Qs. Ibrahim/14: 34 dan Qs. Al-Mu’minun/23: 44. Sementara yang lain al-Dani tidak memberikan keterangan detail penulisannya.

Letak perbedaan antara Mushaf Madinah dan Mushaf Standar Indonesia terdapat pada surah Al-Mu’minun/23: 44. Mushaf Madinah menuliskannya dengan terpisah (al-Fashl) dan Mushaf Standar Indonesia tetap menuliskannya dengan disambung (al-Washl).

Al-Naithi (w. 1239 H./1823 M.) dalam kitab Natsr al-Marjan fi Nazm Rasm Al-Qur’an (2021: Jilid 2: 451-452) menjelaskan penulisan kata كل ما dalam disiplin ilmu Rasm Usmani memang terjadi khilaf (diperselisihkan). Sebagian mushaf menuliskannya dengan mafshul (dipisah) sementara sebagian mushaf ditulis maushul (disambung).

Secara lebih spesifik, al-Imam al-Syaikhan fi al-Rasm memberikan komentar sebagai berikut; Abu Amr ad-Dani (w. 444 H) dalam karyanya, al-Muqni’ fi Ma’rifat Marsum Mashahif Ahl al-Amshar (2016: jilid 2:221-222) mengatakan, "Tulisan كل ما ditulis terpisah/tidak disambung (maqthu') pada dua tempat. Yaitu pada surah an-Nisa ayat 91 dan Ibrahim ayat 34." Beliau berkata, (meskipun demikian sebagian ulama (rasm) ada yang tetap menuliskannya bersambung (maushul) pada surah an-Nisa 91.  Selanjutnya ad-Dani juga meriwayatkan dengan sanad dari Muhammad bin Ali dari Muhammad bin al-Qasim dari Muahmmad bin Yahya dari Ibn Sa’dan yang menjelaskan bahwa dalam Mushaf (pribadi) Abdullah bin Mas’ud semua kata ini dituliskan dipisah (munqata’ah)."

Sementara itu Abu Dawud (w. 496 H) dalam karyanya Mukhtashar al-Tabyin li-Hija’ al-Tanzil (1999: jilid 2, 410-411) mengatakan, bahwa terjadi perbedaan pendapat dalam penulisan kata ini. Dalam Qs. An-Nisa/4: 91 dan Qs. Al-Mu’minun/23: 44 ditulisakan disambung (muttasil) dan disebagian mushaf yang lain dituliskan terpisah (munfashil). Demikian menurut riwayat al-Ghazi, Hakam dan Atha semuanya dituliskan terpisah (infishal). Atha’ berkata dalam kitabnya bahwa untuk kalimat yang terdapat di Qs. Al-Mu’minun/23: 44 dituliskan dipisah (mahjurah) dari seluruh Al-Qur’an hanya ini (selainnya ditulis disambung). Adapun yang terdapat dalam Qs. An-Nisa/4: 91 dan yang lainnya dituliskan maushulah (disambung). Adapun al-Ghazi tidak memberikan keterangan dan penjelasan terkait yang terdapat dalam surah an-Nisa/4.

Lebih lanjut, Abu Dawud memberikan keterangan lanjutan berdasarkan informasi yang diriwayatkan dari Muhammad bin Isa al-Ashbahani (w. 242/253H) yang menyebutkan bahwa untuk kata (كل ما ) ditulis terpisah (maqthu’) pada dua surah dalam Qs. An-Nisa/4: 91 dan Qs. Ibrahim/14: 34 saja. Abu Dawud menegaskan bahwa untuk penulisan yang terdapat dalam Qs. Ibrahim/14: 34 para ulama (ijma’) sepakat menuliskannya dengan dipisah (sementara yang lain masih diperselisihkan).

Dengan sanad yang sama, Abu Dawud juga menambahkan bahwa di tempat yang lain penulisannya di Qs. Al-Mu’minun/23: 44 dengan dipisah (maqthu) dan sebagian yang lain dengan disambung (maushul). Selanjutnya Abu Dawud juga menegaskan bahwa menurutnya dari 18 tempat penulisan (كل ما) hanya tiga yang saya tuliskan terpisah. (yaitu yang terdapat dalam Qs. An-Nisa/4: 91, Qs. Ibrahim/14: 34 dan Qs. Al-Mu’minun/23: 44- pen.).  [ZAM ]

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id

Temukan Lokasi Kami

© 2025 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved