Seri Mengenal Koleksi Mushaf Mancanegara Pusdok-Qu BQMI-LPMQ (1): Introduksi

Seri Mengenal Koleksi Mushaf Mancanegara Pusdok-Qu BQMI-LPMQ (1): Introduksi

Berkunjung ke Museum Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (BQMI-LPMQ) tak lengkap rasanya jika belum melihat koleksi mushaf yang terdapat di Pusdok-Qu (Pusat Dokumentasi Al-Qur’an) lantai 2 Gedung BQMI-LPMQ. 

Sebagian besar Pusdok-Qu pada dasarnya merupakan tempat dokumentasi mushaf-mushaf yang pernah beredar di Indonesia. Koleksi disusun runut berdasarkan tahun, sejak awal berjalannya industri percetakan mushaf pada zaman pra-kemerdekaan hingga mushaf terbitan masa kini. Tetapi ada satu ruangan khusus berisikan mushaf-mushaf yang berasal dari berbagai negara. 

Ruangan ini berisi kurang lebih 227 mushaf yang dikategorikan berdasarkan negara asal. Terdapat 37 negara, yaitu: Aljazair, Amerika Serikat, Arab Saudi, Bangladesh, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, Denmark, Finlandia, Hong Kong, Hungaria, India, Inggris, Iran, Jepang, Jerman, Kenya, Kuwait, Lebanon, Malaysia, Mesir, Myanmar, Norwegia, Pakistan, Polandia, Prancis, Qatar, Republik Ceko, Rusia, Singapura, Sri Lanka, Suriah, Taiwan, Tiongkok, Tunisia, Turki, dan Yordania.

Sejumlah mushaf memiliki berbagai macam perbedaan dan keunikan tersendiri. Mulai pada aspek iluminasi, jenis khat, jumlah baris hingga mazhab rasm. Selain itu, usia koleksi sudah terbilang cukup tua, bahkan kuno (di atas 50 tahun). Namun masih dirawat baik oleh preservator dan pamong budaya Museum BQMI.

Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat bahwa mushaf luar negeri tertua di Pusdok-Qu berusia hampir 92 tahun yang berasal dari Pakistan tahun 1934. Adalah “De Heilige Qoer-an”, mushaf dengan khat ala Bombay dan rasm yang condong kepada Mazhab Imam ad-Dani, serta terjemahan bahasa Belanda. Adapun koleksi paling muda berusia 11 tahun, yaitu mushaf dari Mesir yang ditulis Syekh Utsman Thaha cetakan tahun 2016. 

Sebenarnya terdapat koleksi yang lebih tua, yaitu terjemahan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Inggris “the Alcoran of Mohammed” karya George Sale yang dicetak 1734. Namun eksemplar tersebut hanya berbentuk copy, bukan yang asli. 

Dari sisi estetika, Mushaf Alifi merupakan salah satu koleksi terunggul. Ditulis dengan khat berbagai jenis dan lintas zaman di atas kertas bercorak emas, kemudian disimpan dalam kotak sampul bermotif marmer dan peti kayu mewah berpelitur seakan-akan menjadi Tabut seperti pusaka penyimpan Taurat milik Nabi Musa. 

Mushaf-mushaf mancanegara tersebut berasal dari koleksi yang ditampilkan pada perhelatan pameran akbar kebudayaan keislaman “Festival Istiqlal” pada masa 1995-1999. Selain itu, ada juga yang merupakan hibah dari masyarakat dan tokoh kenegaraan, khususnya karena hubungan diplomasi dengan Indonesia. 

Nantikan ulasan dan reviu lebih lengkap tentang mushaf mancanegara koleksi Pusdok-Qu pada seri artikel edisi berikutnya. Eksklusif di situs LPMQ!

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id

Temukan Lokasi Kami

© 2025 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved