Jakarta (LPMQ) — Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal (BQMI) mendapatkan penilaian bagus dari pihak eksternal dalam pelayanan. Penilaian tersebut tersebut bisa dilihat dari penghargaan dengan kategori ‘Museum Bersahabat’ pada Indonesia Museum Awards 2025. Selain itu, perpustakaan LPMQ juga mendapatkan nilai yang bagus saat visitasi dari tim asesor. Hal ini diungkapkan dalam rapat evaluasi Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama RI sebagai pengelola BQMI atas layanan di BQMI dan perpustakaan LPMQ tahun 2025, Rabu (7/1/2026). Rapat dipimpin oleh Kepala LPMQ, Abdul Aziz Sidqi, Kepala Subbagian Tata Usaha, Muhammad Musaddad dan diikuti oleh tim pengelola BQMI dan tim pengelola Perpustakaan.
Ketua Tim Pengembangan Jejaring dan Kerja Sama Museum, Ida Fitriani, melaporkan kunjungan museum tahun 2025 lebih sedikit dibanding tahun 2024. Berdasarkan data di lapangan pengunjung domestik sebanyak 42.361 orang, pengunjung dari mancanegara 266, dan pengunjung yang gratis 305 orang sehingga total 42.932 orang. Turunnya kunjungan berpengaruh pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Target penerimaan PNBP melalui kunjungan museum turun dibanding dengan tahun sebelumnya. Penurunan ini mungkin efek dari kebijakan pemerintah daerah yang melarang sekolah menyelenggarakan study tour, outing class, field trip atau kegiatan sejenis. Itu salah satu faktor. Mungkin ada faktor lain yang juga mempengaruhi tingkat kunjungan tersebut,” kata Ida.
Program edukasi BQMI melalui pameran keliling dan edukasi melalui workshop berjalan baik sebagai bagian dari program edukatif dan promosi. Pameran keliling terlaksana di beberapa kota sebagai bagian dari promosi BQMI serta LPMQ secara umum. “Untuk pameran keliling terlaksana 8 kali. Di antaranya dilaksanakan di Lamongan, Bogor, Sumedang, Depok, Tangerang Selatan, Bekasi, dan Kendari. Hasilnya pengunjung di pameran tersebut adalah 8.033 orang. Sedangkan program edukasi terlaksana 5 kali bertemppat di museum dengan peserta 93 orang,” jelasnya.
Laporan lainnya disampaikan Nur Mustajabah, Ketua Tim Perpustakaan LPMQ. Saat ini perpustakaan sudah berkembang dengan bertambahnya pegawai di LPMQ. Beberapa kegiatan berjalan dengan baik dan diikuti oleh peserta dengan antusias baik yang bersifat offline maupun online.
“Kegiatan bedah buku kita laksanakan empat kali, diisi oleh teman-teman kita (pegawai LPMQ) yang sudah menerbitkan buku. Sekarang sudah ada yang mendaftar untuk bulan Januari dan Februari. Ada kegiatan ‘Selasa Bercerita’ setiap hari Selasa. Alhamdulillah teman-teman baru sangat antusias dan berjalan dengan baik,” tuturnya.
Tahun 2025 juga menjadi tahun yang penting bagi perpustakaan LPMQ dengan persiapan untuk akreditasi. Sebelumnya, perpustakaan LPMQ terakreditasi C sehingga banyak melakukan perbaikan dalam berbagai fasilitas, manajemen pengelolaan, dan pengembangan program museum.
“Pelaksanaan akreditasi, puncaknya di bulan September, sudah datang asesor. Dan Alhamdulillah kemaren mendapat nilai 93. Divisitasi bulan Oktober. Sampai saat ini sertifikat belum terbit. Ada catatan dari asesor salah satunya peningkatan kunjungan,” tutup Nur Mustajabah.
Menanggapi laporan dari pelaksanaan layanan BQMI dan perpustakaan, Kepala LPMQ, Abdul Aziz Sidqi, mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pegawai tim pengelola BQMI dan perpustakaan. Ia mengapresiasi capaian-capaian yang sangat baik selama tahun 2025.
“Pertama, saya mengapresiasi seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh BQMI. Kita mendapatkan apresiasi dari luar, yaitu ‘Museum Bersahabat’. Itu bukan sekadar penilaian kaleng-kaleng karena penilainya professor-profesor dari luar semua. Begitu juga dengan perpustakaan. Untuk perpusatakaan saya kira luar biasa, di perkin targertnya C, dapatnya A. ini luar biasa,” tuturnya.
Ia berpesan kepada seluruh pegawai agar tidak terlena dengan pencapaian saat ini sehingga justru menjadi bumerang dan tidak berkembang lagi. Kualitas pelayanan harus ditingkatkan lagi dengan berbenah diri, baik untuk fasilitias, program edukasi, maupun pelayanan.
“Kita perlu kerjasama dengan pengelola taman mini, museum-museum dan anjungan-anjungan di taman mini. Pengembangan SDM melalui peningkatan kompetensi teman-teman pamong, terutama yang di layanan terkait dengan pelayanan museum, di bahasa isyarat untuk melayani seluruh pengunjung. Kita harus berinovasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan jumlah pengunjung, baik di museum maupun di perpustakaan,” tutup Aziz. (Ath)

