Jakarta — Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kementerian Agama mencatat capaian positif dalam upaya penyebarluasan Aplikasi Qur'an Kemenag di daerah. Salah satu indikator keberhasilan tersebut terlihat dari hasil survei internal yang dilaksanakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yang menunjukkan tingkat penerimaan aplikasi mencapai 85 persen atau berada pada kategori sangat tinggi.
Survei dilaksanakan pada 29 Juni hingga 7 Juli 2026 dengan melibatkan 188 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur. Responden berasal dari Kantor Kemenag, Bimas Islam, Kantor Urusan Agama (KUA), Pendidikan Madrasah, Madrasah Negeri, Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf.
Hasil survei tersebut menjadi gambaran nyata tingginya penerimaan terhadap Aplikasi Qur'an Kemenag sebagai mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia digital resmi yang telah ditashih oleh LPMQ. Aplikasi ini dilengkapi berbagai fitur, seperti terjemah, tafsir, audio murottal, pencarian ayat, hingga layanan Al-Qur'an Isyarat yang memudahkan masyarakat dalam membaca dan mempelajari Al-Qur'an.
Survei menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) untuk mengukur persepsi pengguna terhadap teknologi. Hasilnya menunjukkan indeks penerimaan aplikasi mencapai 4,36 dari skala 5 atau setara 85 persen, yang termasuk kategori Sangat Tinggi.
Dua indikator utama, yakni persepsi kemanfaatan (Perceived Usefulness) dan persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use), masing-masing memperoleh nilai 88 persen dan 87 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa para ASN menilai aplikasi mudah digunakan sekaligus memberikan manfaat nyata dalam mendukung pelaksanaan tugas, seperti mencari referensi ayat Al-Qur'an untuk bahan penyuluhan keagamaan, pembelajaran, maupun kegiatan literasi di lingkungan kerja.
Keunggulan lain yang turut mendapat apresiasi adalah jaminan ketashihan bacaan Al-Qur'an. Status aplikasi sebagai mushaf digital resmi yang telah melalui proses pentashihan LPMQ meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap akurasi teks dan kontennya. Hal ini menjadi bukti bahwa proses pentashihan yang dilakukan LPMQ memberikan dampak nyata dalam menghadirkan layanan Al-Qur'an digital yang kredibel dan terpercaya.
Survei juga menunjukkan tingginya komitmen ASN untuk terus memanfaatkan aplikasi tersebut. Indikator Behavioral Intention to Use atau minat menggunakan aplikasi di masa mendatang mencapai 86 persen, menandakan bahwa mayoritas responden berkeinginan menjadikan Aplikasi Qur'an Kemenag sebagai rujukan utama dalam membaca dan mempelajari Al-Qur'an.
Meski demikian, survei menemukan adanya selisih antara minat menggunakan aplikasi (86 persen) dengan tingkat penggunaan aktual (78 persen). Temuan ini menunjukkan masih terdapat ruang untuk meningkatkan implementasi melalui penguatan pendampingan dan sosialisasi di tingkat satuan kerja.
Dari sisi penetrasi pengguna, sebanyak 143 responden atau 76,1 persen menyatakan telah mengetahui sekaligus menggunakan Aplikasi Qur'an Kemenag. Angka tersebut menunjukkan tingkat kesadaran (awareness) yang cukup tinggi di kalangan ASN.
Sementara itu, responden yang belum menggunakan aplikasi umumnya tidak menunjukkan penolakan terhadap aplikasi resmi tersebut. Kendala yang dihadapi lebih banyak berkaitan dengan kurangnya informasi mengenai keberadaan dan fitur-fitur aplikasi, serta harapan adanya arahan atau kebijakan tertulis dari pimpinan untuk mendorong pemanfaatannya secara lebih luas.
Temuan ini menjadi masukan penting bagi LPMQ dalam memperkuat strategi diseminasi Aplikasi Qur'an Kemenag. Penguatan sosialisasi, edukasi, serta kolaborasi promosi melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial dan jaringan satuan kerja Kementerian Agama, diharapkan mampu meningkatkan penggunaan aplikasi secara lebih merata di seluruh Indonesia.
Keberhasilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi salah satu contoh praktik baik implementasi Aplikasi Qur'an Kemenag di daerah. Capaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa transformasi layanan Al-Qur'an digital yang dikembangkan LPMQ mendapat respons positif dari ASN dan berpotensi semakin memperluas akses masyarakat terhadap mushaf Al-Qur'an digital resmi yang akurat, mudah digunakan, dan terpercaya.

