Sebanyak 108 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) resmi dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kamis (21/5/2026). Pelantikan dilakukan secara daring bersama 16.138 CPNS Kementerian Agama Republik Indonesia dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.
Usai pelantikan, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Abdul Aziz Sidqi, memberikan arahan khusus kepada para ASN baru di lingkungan LPMQ. Dalam pesannya, Aziz kembali mengingatkan pentingnya rasa syukur sebagaimana disampaikan Menteri Agama dalam sambutannya.
Menurut Aziz, rasa syukur pertama harus ditujukan kepada Allah Swt. karena tanpa pertolongan-Nya para pegawai tidak akan mampu melewati seluruh tahapan seleksi hingga resmi menjadi ASN. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua yang telah menjadi bagian dari perjuangan hidup mereka.
“Setelah ini, yang dekat dengan orang tua segera datangi dan berterima kasih. Yang jauh segera menghubungi lewat handphone. Jangan durhaka kepada mereka. Jaga amanah mereka yang selalu berharap Anda menjadi putra-putri yang saleh dan menjadi ASN yang baik,” ujar Aziz.
Dalam arahannya, Aziz mengutip QS. al-Ahqaf ayat 15 yang berisi perintah untuk berbuat baik kepada kedua orang tua serta doa agar mampu mensyukuri nikmat Allah dan menjadi pribadi saleh. Bahkan sebelum memberikan penjelasan, Aziz meminta salah seorang pegawai yang baru dilantik untuk membacakan ayat tersebut di hadapan peserta.
“Kewajiban pertama setelah dilantik adalah bersyukur kepada Allah. Tanpa pertolongan-Nya, Anda tidak akan terpilih menjadi ASN. Kedua, jangan lupa bersyukur kepada orang tua sebagaimana pesan Menteri Agama,” katanya.
Selain menekankan nilai spiritual dan moral, Aziz juga mengingatkan agar perubahan status dari CPNS menjadi PNS harus diikuti dengan peningkatan kualitas kerja. Ia meminta para pegawai baru lebih produktif, inovatif, dan disiplin dalam menjalankan tugas di lingkungan LPMQ.
“Setelah menjadi ASN, kinerja harus meningkat, bukan malah menurun. Harus lebih produktif dan inovatif dalam bekerja,” tegasnya.
Aziz juga menyinggung pesan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, terkait kedisiplinan ASN. Menurutnya, hadir tepat waktu di kantor bukanlah sesuatu yang istimewa, melainkan kewajiban dasar seorang pegawai.
“Hadir tepat waktu itu standar, bukan hebat. Karena hadir tepat waktu adalah kewajiban. Yang hebat adalah hadir sebelum waktu,” ujar Aziz mengutip pesan Kepala BKN.
Ia menambahkan, bila datang tepat waktu saja masih dianggap belum cukup, maka keterlambatan tentu menjadi hal yang tidak dapat ditoleransi dalam budaya kerja ASN yang profesional.
Di akhir arahannya, Aziz menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pegawai LPMQ yang telah resmi menyandang status ASN penuh. Ia berharap para pegawai mampu menjaga amanah, meningkatkan integritas, dan terus memberikan kontribusi terbaik di LPMQ sebagai ASN dan khadimul Qur’an.

