Jakarta, 15 Januari 2026 — Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama RI secara resmi melepas mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta sebanyak 9 orang setelah menuntaskan masa magang selama 90 hari, terhitung sejak 15 Oktober 2025 hingga 15 Januari 2026.
Mahasiswa PPL tersebut berasal dari dua fakultas, yakni Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI) serta Fakultas Sains dan Teknologi Program Studi Teknik Informatika. Selama magang, para mahasiswa memperoleh pembekalan materi seputar Al-Qur’an serta pemahaman mengenai tugas, fungsi, dan tanggung jawab LPMQ dalam menjaga kemurnian mushaf Al-Qur’an.
Tidak hanya menerima pembekalan teoritis, para mahasiswa juga terlibat aktif dalam sejumlah program kerja strategis. Salah satu program yang berhasil diselesaikan adalah proses pentashihan basis data Mushaf Bahriyyah yang direncanakan akan diluncurkan melalui aplikasi dan web Qur’an Kemenag. Program ini dikerjakan oleh mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyyah.
Sementara itu, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi melaksanakan proyek kerja berupa pengembangan sistem pencarian ayat, terjemah, dan tafsir Al-Qur’an berbasis suara sebagai bentuk inovasi pemanfaatan teknologi dalam layanan kajian Al-Qur’an pada web Qur’an Kemenag.
Lingkungan LPMQ turut menjadi ruang inspirasi akademik bagi mahasiswa. Tercatat empat mahasiswa peserta PPL terinspirasi untuk mengembangkan topik skripsi yang bersumber dari aktivitas dan dinamika keilmuan di LPMQ. Objek kajian skripsi mereka meliputi kajian tafsir ayat-ayat ekologi, peran LPMQ dalam mekanisme Al-Qur’an Isyarat, pengembangan sistem tashih terjemah berbasis kecerdasan buatan (AI), serta sistem pencarian ayat, terjemah, dan tafsir berbasis suara di web Qur’an Kemenag.
Pelepasan mahasiswa PPL dilakukan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha LPMQ, H. Muhammad Musadad, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi mahasiswa selama menjalani PPL serta keberhasilan mereka dalam menyelesaikan proyek kerja yang bernilai strategis.
“Proyek kerja yang telah diselesaikan akan dikembangkan lebih lanjut oleh LPMQ dan diarahkan menjadi bagian dari produk Lajnah, yang selanjutnya akan dirilis melalui aplikasi maupun web Qur’an Kemenag setelah dinyatakan benar-benar siap,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Musadad juga mengajak mahasiswa untuk menjadikan LPMQ dan Pustaka Lajnah sebagai rujukan utama dalam penelitian Al-Qur’an, serta terus menjalin komunikasi akademik dalam proses penyelesaian karya ilmiah. Ia menyarankan agar mahasiswa datang langsung ke LPMQ untuk melakukan wawancara dan penggalian data dari sumber utama, guna menjaga akurasi dan otoritas keilmuan.
“Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama di LPMQ hendaknya terus disebarluaskan sebagai bagian dari ikhtiar menyiarkan Al-Qur’an,” pesannya.
Salah satu mahasiswa peserta PPL, Nashif Rahman, menyampaikan komitmennya untuk terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan LPMQ dalam rangka menyelesaikan tugas akhir perkuliahannya. Ia menilai LPMQ sebagai ruang akademik yang strategis dan relevan untuk pengembangan riset Al-Qur’an yang integratif antara keilmuan keislaman dan teknologi.
Sebagai penutup, LPMQ menyerahkan suvenir berupa buku Asbāb al-Nuzūl dan Keutamaan Al-Qur’an melalui Kesaksian Hadis kepada para mahasiswa. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kenang-kenangan pelaksanaan PPL di lingkungan LPMQ.

