Mahasiswa S2 PKUMI Dalami Kajian Mushaf di LPMQ

Mahasiswa S2 PKUMI Dalami Kajian Mushaf di LPMQ

Jakarta, 10 Juni 2026 — Program Magister (S2) Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) menggelar kunjungan ilmiah dan pendalaman materi keal-Qur’an ke Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ). Kegiatan ini diterima langsung oleh Dr. H. Fahrur Rozi, M.A., didampingi Dr. H. Zainal Arifin Madzkur dan Ahmad Mustaqim, Lc., M.A. Sementara dari pihak PKUMI hadir Dr. Muhim Nailul Ulya sebagai perwakilan rombongan.

PKUMI merupakan program unggulan yang bertujuan mencetak ulama berwawasan global. Program ini bekerja sama dengan Universitas PTIQ Jakarta dalam penyelenggaraan pendidikan akademik, serta didukung beasiswa penuh dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Dalam sambutannya, Dr. Muhim Nailul Ulya menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memperdalam materi tahsin yang sedang dipelajari mahasiswa, khususnya terkait Mushaf Standar Indonesia dalam konteks kajian permushafan di dunia Islam.

“Melalui kunjungan ini, kami berharap mahasiswa memperoleh informasi yang utuh, langsung, dan otoritatif dari LPMQ sebagai lembaga yang selama ini memiliki peran penting dalam proses pentashihan mushaf Al-Qur’an di Indonesia,” ujarnya.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Zainal Arifin Madzkur dengan tema Peta Kajian Permushafan di Dunia Islam. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan posisi Mushaf Standar Indonesia dalam perkembangan kajian permushafan kontemporer. Menurutnya, Mushaf Standar Indonesia saat ini dikategorikan dalam rumpun Dhabt Asia–Anatolia, yakni kelompok mushaf yang tidak termasuk dalam rumpun dhabt al-Masyriqah maupun al-Magharibah, seperti Mushaf Turki dan Mushaf Pakistan.

Ia menegaskan bahwa pemetaan tersebut penting untuk dipahami karena masih banyak praktisi Al-Qur’an yang menganggap satu jenis mushaf sebagai standar tunggal bagi seluruh dunia Islam. Padahal, terdapat keragaman tradisi penulisan mushaf yang memiliki dasar ilmiah dan historis masing-masing.

“Sering kali standar penulisan mushaf hanya merujuk kepada Mushaf Madinah terbitan Mujamma’ Malik Fahd. Akibatnya, perbedaan yang ditemukan pada mushaf lain dianggap sebagai kesalahan, padahal itu merupakan bagian dari keragaman tradisi permushafan yang sah dan diakui. Karena itu, informasi mengenai karakteristik sebuah mushaf yang biasanya dicantumkan pada bagian akhir mushaf sangat penting untuk dipahami,” jelasnya.

Pada sesi kedua, Dr. Fahrur Rozi, M.A. membahas tema Keragaman Tanda Waqaf dalam Mushaf Al-Qur’an di Dunia Islam. Dalam paparannya, ia mengajak mahasiswa memahami bahwa sistem penandaan waqaf dalam mushaf berkembang secara dinamis dan tidak selalu mengikuti satu sumber yang sama.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan rasm yang merujuk pada riwayat Imam ad-Dani, misalnya, tidak otomatis mengharuskan penggunaan sistem tanda waqaf yang sepenuhnya mengacu pada karya beliau, Al-Muqtafa fi Bayan al-Waqf wa al-Ibtida’. Jika hal tersebut dipaksakan, maka berbagai tradisi dan khazanah tanda waqaf lain yang berkembang dalam sejarah penulisan mushaf justru akan terabaikan.

“Keragaman merupakan bagian dari kekayaan tradisi keilmuan Al-Qur’an. Karena itu, pengguna mushaf perlu memahami karakteristik dan spesifikasi mushaf yang dibacanya agar dapat menempatkan perbedaan tersebut secara proporsional,” pungkasnya.

Kunjungan ilmiah ini menjadi bagian dari upaya PKUMI dalam memperkuat kompetensi keilmuan mahasiswa, khususnya di bidang ulumul Qur’an dan kajian permushafan. Melalui interaksi langsung dengan para pakar di LPMQ, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terhadap keragaman tradisi penulisan dan kajian mushaf Al-Qur’an yang berkembang di dunia Islam. (ZAM)

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id

Temukan Lokasi Kami

© 2025 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved