Sebanyak 47 anggota Majelis Taklim Muslimah Singapura melakukan kunjungan edukatif ke Bayt Al-Qur'an & Museum Istiqlal (BQMI), Jakarta, pada Kamis (6/8). Kunjungan ini menjadi lawatan perdana rombongan ke BQMI sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran dan pendalaman wawasan tentang sejarah serta perkembangan Al-Qur'an.
Rombongan yang terdiri atas perwakilan dari 16 masjid di wilayah utara Singapura tersebut diajak berkeliling museum untuk melihat berbagai koleksi bersejarah, mulai dari manuskrip Al-Qur'an, proses penulisan, pencetakan, hingga koleksi Al-Qur'an Braille. Tur edukasi dipandu oleh Muhammad Lutfi.
Ketua rombongan, Mina Abdul Razaq, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memperluas pengetahuan para peserta mengenai perjalanan sejarah Al-Qur'an.
"Kami memimpin Majelis Taklim Muslimah Singapura yang menaungi 16 masjid di wilayah utara Singapura. Kali ini kami datang dengan 47 peserta. Bagi saya pribadi, ini merupakan kunjungan ketiga ke BQMI, namun seluruh peserta yang ikut kali ini baru pertama kali berkunjung," ujarnya.
Menurut Mina, BQMI memberikan kesempatan bagi para peserta untuk memahami lebih dalam bagaimana Al-Qur'an ditulis, dicetak, hingga disebarluaskan kepada umat Islam.
"Kami ingin mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang bagaimana Al-Qur'an dihasilkan, bagaimana proses pencetakannya, bagaimana penulisannya, hingga memahami makna yang terkandung di dalamnya melalui terjemahan yang tersedia. Hal ini menjadi sesuatu yang sangat mengagumkan bagi kami," katanya.
Ia juga mengapresiasi keberadaan koleksi Al-Qur'an Braille yang dinilai memberikan gambaran mengenai upaya menghadirkan Al-Qur'an bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas netra.
Setelah mengunjungi BQMI, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren Integrasi Al-Qur'an yang ada di Bandung sebagai bagian dari kesinambungan program pembelajaran Al-Qur'an selama berada di Indonesia.
"Kunjungan ke BQMI kemudian dilanjutkan ke pondok pesantren agar pembelajaran tentang Al-Qur'an dapat kami rasakan secara langsung. Tujuan kami adalah membumikan Al-Qur'an sebagaimana yang disampaikan oleh Prof. Quraish Shihab, yang juga menjadi pembicara kami selama empat hari di sini," jelas Mina.
Ia berharap seluruh rangkaian perjalanan di Jakarta dan Bandung dapat memberikan hikmah, keberkahan, serta menjadi bekal ilmu bagi seluruh peserta untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Semoga perjalanan kami dalam rangka membumikan Al-Qur'an ini mendapat keridaan Allah SWT, memberikan hikmah dan keberkahan bagi seluruh peserta. Terima kasih kepada Bayt Al-Qur'an & Museum Istiqlal yang telah menerima dan memfasilitasi kunjungan kami dengan sangat baik," tutupnya.

