Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, mengadakan praktik kuliah lapangan (PKL) di Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Kementerian Agama Jakarta selama dua hari, 6 - 7 November 2018. Muhammad Ridlwan Hambali, Wakil Kepala STAI Al-Anwar mengatakan bahwa para mahasiswa yang praktik kuliah lapangan selama dua hari fokus mempelajari proses pentashihan dan ilmu yang terkait seperti ilmu rasm usmani, waqaf ibtidak, ilmu qiraah dan cara penulisan mushaf Al-Qur'an.

 

Ada perdebatan menarik dalam sidang kajian penyempurnaan terjemahan Al-Qur'an ke-9 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama RI di Bogor 1-3 November 2018, terkait pembahasan satu kata yang memiliki beberapa pengertian (homonim). Seperti penerjemahan kata al-Ḥaqq dengan kata ‘hak’ saja. Apakah kata Ḥaqq cukup diterjemahkan dengan ‘hak’ yang berarti benar, kebenaran dan hak milik sebagaimana dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ataukah diterjemahkan sesuai konteksnya yang bisa berarti hak milik, benar, atau kebenaran.

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) menyelenggarakan kegiatan desiminasi hasil kajian Al-Qur’an di Pondok Modern Mawaridussalam, Deli Serdang, Medan. Mengawali uraiannya, Dr. Muchlis M Hanafi, MA, selaku Kepala LPMQ menyampaikan data bahwa 50% dari pemeluk agama Islam di dunia ini mengalami buta huruf Al-Qur'an. Belum lagi soal pemaknaannya, soal pemahamannya, tentu lebih besar lagi.

Sidang Kajian Pengembangan Terjemahan Al-Qur'an Kemenag telah mamasuki sesi ke-9. Sidang kali ini dikhususkan untuk membahas masukan-masukan dari peserta Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ulama Al-Qur'an yang telah diselenggarakan September lalu.

Mengawali sambutannya dalam pembukaan sidang, Dr. Muchlis M Hanafi, MA, selaku Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) menyampaikan, "Pada sidang kali ini kita akan mendiskusikan usulan dan masukan dari peserta Mukernas Ulama Al-Qur'an."

 

Pimpinan Pondok Pesantren Mawaridussalam, Buya Syahid Marqum, merasa gembira dengan diselenggarakannya kegiatan diseminasi hasil kajian Al-Qur’an oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) di pesantren yang diasuhnya. Di hadapan Kepala LPMQ, Dr. Muchlis M Hanafi MA, beserta 120 orang undangan terdiri atas tokoh masyarakat, ulama dan santri pondok pesantren di sekitar Medan. Kiai dengan 1600 santri ini mengungkapkan, "Atas nama pimpinan pesantren saya sangat berbunga hati atas kehadiran antum semua. Para penjaga Al-Qur'an, yang mempunyai tanggung jawab berat, dunia-akhirat, mengawal kalamullah di ruang publik Indonesia,"  ujarnya di Medan, Selasa (30/10) pagi hari.