- Ali Akbar
- Hits: 2092
Banyak Penerbit Tidak Mencantumkan Tahun Cetakan Al-Qur’an
Salah satu masalah krusial dalam meneliti mushaf Al-Qur’an cetakan adalah sedikitnya penerbit yang mencantumkan tahun cetakan. Ini tidak seperti cetakan buku bacaan biasa yang di halaman bagian depan buku hampir selalu mencantumkan cetakan keberapa dan tahun berapa.
Sebagai contoh, sebuah mushaf yang penulis beli di sebuah toko di dekat Masjid Agung Surakarta pada 16 Agustus 2016 lalu. Mushaf yang diterbitkan oleh sebuah penerbit di Surakarta ini tidak mencantumkan tahun cetak, sehingga sulit untuk memastikan tahun berapa dicetak. Kondisi mushaf masih baru, dan pasti belum lama masuk di pasar. Satu-satunya penanggalan yang ada pada mushaf ini tercantum di tanda tashih. Mushaf ini ditashih pada 6 Maret 1989, dengan nomor P.III/TL.02.1/057/1989 (lihat Gambar).


Dalam rangka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-26 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), 30 Juli-6 Agustus 2016, Lajnah menerbitkan katalog Khazanah Mushaf Al-Qur'an Nusa Tenggara Barat. Buku kecil ini memberikan gambaran singkat mengenai tradisi mushaf Al-Qur’an di Nusa Tenggara Barat.