“Salah satu tujuan transformasi IAIN menjadi UIN yang dimulai tahun 2002 adalah melakukan integrasi keilmuan, yakni mahasiswa mampu menjembatani dikotomi antara ilmu umum dan agama yang salah satunya dasar intergasri itu adalah kemampuan baca tulis Al-Qur’an.” Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. Arskal Salim, M.Ag Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI selaku narasumber pada acara Seminar Hasil Penelitian Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) Mahasiswa UIN di Indonesia yang diselenggarakan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ), pada Rabu, 6 Nopember 2019 di Hotel Santika, TMII Jakarta Timur.

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama bekerjasama dengan Ma’had Aliy Attaqwa KH. Noer Ali, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menggelar kegiatan Pembinaan Pentashihan Mushaf Al-Qur’an selama tiga hari, 28-31 Oktober 2019 di Pondok Pesantren Ataqwa Putri. Pada hari kedua diisi dengan tiga narasumber dari Lajnah, Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA, Dr. H. Zainal Arifin Madzkur, MA. dan H. Fahrur Rozi, MA.

Upaya peningkatan kualitas pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran Islam (Al-Qur’an) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara terus diupayakan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Pada tahun 2009 hingga tahun 2016 LPMQ bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melaksanakan kegiatan kajian dan penyusunan Tafsir Ilmi atau disebut juga dengan Tafsir Ayat-ayat Kauniyah, yang merupakan ikhtiar untuk mengelaborasi kandungan makna ayat-ayat kauniyah dalam Al-Qur’an.

Pernyataan bahwa Islam agama damai, bukan radikal, sesuai dengan fakta sejarah, ditegaskan oleh Dr. Muhammad Lutfi Zuhdi, selaku Direktur Sekolah Kajian Strategis dan Global Universitas Indonesia, dalam sambutannya pada kegiatan Diseminasi Kajian Al-Qur'an dengan tema "Penguatan Moderasi Islam Berbasis Al-Qur'an" di Universitas Indonesia hari Kamis (31/10).

Semester kedua Jurnal Suhuf menerima sejumlah artikel dari peneliti dan pengkaji Al-Qur'an dari beberapa lembaga dan perguruan tinggi di Indonesia. Judul artikel yang masuk cukup beragam, di antaranya adalah kajian tentang qiraat dan terjemahan Al-Qur’an lokal. “Kajian berkaitan dengan qiraat, terutama tentang pemetaan sanad yang berkembang di Indonesia menarik dan bisa dipertimbangkan untuk dimuat, karena bisa menjelaskan thabaqat (tingkatan), tradisi pengajarannya, dan perkembangannya di Indonesia.” Demikian disampaikan Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, salah seorang reviewer Jurnal Suhuf pada acara Sidang Kajian Jurnal Suhuf yang diselenggarakan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) pada Rabu, 30 Oktober 2019 di Hotel Ciputra Cibubur, Bekasi.

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id

Temukan Lokasi Kami

© 2025 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved