Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an/LPMQ) Kementerian Agama RI menyambut kedatangan 31 mahasiswa magang dan siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari lima perguruan tinggi dan satu sekolah pada hari pertama kerja tahun 2026, Senin (5/1/2026).
Mahasiswa magang tersebut berasal dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta sebanyak 10 orang, UIN Walisongo Semarang 12 orang, Universitas Indonesia (UI) Depok 2 orang, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta 7 orang, serta dua siswi PKL dari SMK Negeri 58 Jakarta.
Kegiatan penyambutan berlangsung di Aula LPMQ dan dihadiri oleh para pamong magang. Para peserta akan ditempatkan di tiga bidang sesuai jurusan dan minat masing-masing, yakni Bidang Pentashihan, Bidang Pengkajian, serta Bidang Bayt Al-Qur’an dan Dokumentasi. Dengan penyambutan tersebut, para peserta secara resmi dinyatakan mulai menjalani program magang dan PKL dengan durasi yang berbeda-beda, mengikuti ketentuan dari kampus dan sekolah masing-masing.
Ibnu A’thoillah, Pamong Budaya LPMQ sekaligus pamong magang di Bidang Bayt Al-Qur’an dan Dokumentasi, menyampaikan bahwa selama magang para peserta tidak hanya menjalankan tugas pekerjaan, tetapi juga akan memperoleh pembekalan keilmuan yang relevan dengan bidang studinya.
“Selama magang dan PKL ini, kami akan memberikan materi yang linear sebagai tambahan wawasan, baik mengenai tugas dan fungsi LPMQ maupun pekerjaan yang akan dilaksanakan. Jadi, peserta tidak hanya bekerja, tetapi juga mendapatkan pengetahuan,” ujar A’thoillah.
Ia menjelaskan bahwa pada periode magang sebelumnya, mahasiswa terlibat dalam berbagai pekerjaan di Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal (Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal/BQMI). Menurutnya, sebagai sebuah museum, BQMI memiliki banyak jenis pekerjaan yang tidak selalu terlihat oleh pengunjung.
“Di museum ini terdapat kegiatan kajian koleksi yang output-nya berupa materi ruang pamer, keterangan koleksi, dan informasi media museum. Selain itu, ada inventarisasi koleksi yang mencakup pendataan, dokumentasi administrasi dan digitalisasi, serta kegiatan edukasi seperti pemanduan pengunjung. Kami akan memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan jurusan masing-masing,” jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Muhammad Zamroni Ahbab, Pentashih Mushaf Al-Qur’an LPMQ. Ia menegaskan bahwa mahasiswa dan siswa magang tidak perlu khawatir terkait tugas yang diberikan, karena LPMQ berkomitmen memberikan pelayanan dan pengalaman terbaik selama masa magang.
“Magang di sini bukan sekadar disuruh memfotokopi atau membuat kopi. Kami akan memberikan materi dan tugas yang bermakna agar setelah selesai magang, teman-teman benar-benar memperoleh pengalaman kerja dan wawasan keilmuan khas LPMQ,” ujar Zamroni.
Selain melaksanakan tugas dan mengikuti pembekalan, para peserta magang juga diharapkan menghasilkan produk yang bermanfaat, baik bagi LPMQ maupun bagi peserta itu sendiri. Produk tersebut dapat berupa laporan magang, karya tulis ilmiah, maupun bahan kajian yang dapat dikembangkan menjadi artikel jurnal atau skripsi.
“Angkatan sebelumnya membuat laporan, bahkan ada yang menjadikannya bahan skripsi. Kami sangat terbuka dan siap mendukung, karena di LPMQ banyak pakar ilmu Al-Qur’an, seperti kajian Al-Qur’an Braille, Mushaf Isyarat, hingga Rasm. Saya mewajibkan seluruh peserta membuat laporan magang untuk kepentingan lembaga dan kampus masing-masing,” tutup Zamroni. (Ath)

