Jakarta, Kamis (9 April 2026) — Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an menggelar audiensi bersama Direktorat Promosi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di ruang rapat Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal.
Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala LPMQ, Abdul Aziz Sidqi, beserta jajaran, serta perwakilan Kementerian Kebudayaan yang dipimpin oleh Direktur Promosi Kebudayaan, Wawan Yoga, bersama para pejabat dan staf terkait.
Audiensi membahas rencana penyelenggaraan kegiatan “Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari” yang akan berlangsung pada 27 April hingga 3 Mei 2026 di Kawasan Banten Lama, Kota Serang.
Dalam paparannya, Wawan Yoga menyampaikan bahwa salah satu rangkaian kegiatan utama adalah pelaksanaan khatmil Qur’an bil kitabah, yakni khatam Al-Qur’an melalui penulisan mushaf secara berjamaah yang direncanakan diikuti sekitar 400 santri. Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, pihaknya melakukan koordinasi dengan Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal.
Menanggapi hal tersebut, Abdul Aziz Sidqi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Direktorat Promosi Kebudayaan. Ia menjelaskan bahwa Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal merupakan satu-satunya museum Al-Qur’an yang dikelola oleh Kementerian Agama melalui LPMQ.
Lebih lanjut, ia menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan khatmil Qur’an bil kitabah tersebut. Ia juga mengusulkan agar dilakukan penelusuran lebih lanjut terkait kemungkinan adanya mushaf Al-Qur’an tulisan Syekh Yusuf Al-Makassari yang dapat ditampilkan dalam kegiatan.
“Terkait kemungkinan adanya mushaf tulisan Syekh Yusuf Al-Makassari, perlu ditelusuri kembali hasil penelitian. Apabila ditemukan, hal tersebut dapat menjadi bagian dari pameran kegiatan,” ujarnya.
Audiensi berlangsung interaktif dengan pembahasan teknis pelaksanaan kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, Saifuddin selaku khatthath (master kaligrafi) BQMI memaparkan teknis khatmil Qur’an bil kitabah. Ia menjelaskan bahwa kegiatan akan menggunakan Mushaf Istiqlal dengan metode follow the line, yang terdiri dari 938 halaman, yakni dengan menebalkan atau menyalin ulang teks yang telah tersedia.
Ia juga menjelaskan sejumlah perlengkapan yang diperlukan, antara lain papan alas menulis, spidol khusus, kertas A3 yang telah dicetak ayat Al-Qur’an, serta meja atau tatakan untuk menulis.
Menurutnya, jumlah ideal peserta adalah 938 orang sesuai jumlah halaman mushaf. Namun, jika peserta berjumlah sekitar 400 orang, maka masing-masing peserta dapat menyalin dua hingga tiga halaman.
Saifuddin menambahkan bahwa penulisan awal basmalah biasanya dilakukan oleh tokoh masyarakat atau pejabat setempat sebagai simbol pembukaan kegiatan.
Audiensi berlangsung lancar dan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus berkoordinasi dalam rangka menyukseskan peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari.

