Pegawai Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) menggelar apel pagi di halaman kantor LPMQ, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (13/04/2026). Apel ini dipimpin langsung oleh Kepala LPMQ yang baru, H. Abdul Aziz Sidqi, MA, sekaligus menjadi momentum penegasan arah kebijakan kerja ke depan.
Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Abdul Aziz menekankan dua hal utama yang harus menjadi perhatian seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan LPMQ, yakni efisiensi anggaran dan peningkatan kedisiplinan.
Terkait efisiensi, ia menegaskan bahwa kebijakan penghematan merupakan instruksi nasional yang harus dijalankan oleh seluruh lembaga pemerintah tanpa terkecuali. “Saya mohon penghematan tidak mengurangi kinerja. Ini tantangan kita bersama, bagaimana tetap produktif di tengah keterbatasan. Kita harus bekerja dengan cerdas, ikhlas, inovatif, dan penuh kedisiplinan,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh layanan di LPMQ tetap berjalan optimal, termasuk layanan pentashihan mushaf Al-Qur’an dan operasional museum. Menurutnya, keterbatasan anggaran justru harus menjadi pemicu lahirnya inovasi baru. “Setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Kita harus lebih kreatif dan inovatif agar pelayanan tetap prima,” tambahnya.
Selain efisiensi, aspek kedisiplinan menjadi sorotan penting. Abdul Aziz menegaskan bahwa kehadiran pegawai tidak hanya sebatas absensi, tetapi juga harus dibarengi dengan komitmen hadir tepat waktu dan bekerja secara maksimal. “Jam kerja harus dipatuhi, masuk pukul 07.30 dan pulang pukul 16.00. Kalau hari Jumat pulang pukul 16:30. Ini bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari integritas kita sebagai ASN,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya akuntabilitas dalam pelaporan kinerja. Laporan Kinerja Harian (LKH), menurutnya, merupakan turunan langsung dari Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang harus dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. “Integritas dan akuntabilitas tidak bisa ditawar. Setiap pekerjaan harus terukur dan jelas hasilnya,” katanya.
Di akhir amanatnya, Abdul Aziz mengajak seluruh pegawai untuk memperkuat sinergi dan kekompakan antarpegawai. Ia menilai, kolaborasi yang solid menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan efisiensi anggaran. “Kita harus kompak. Efisiensi anggaran menuntut kita bekerja lebih cerdas, lebih ikhlas, lebih inovatif, dan tentu dengan disiplin yang tinggi,” pungkasnya.

