Jakarta, 9 April 2026 — LPMQ terima rombongan Studi Tiru Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kab. Kotabaru, Kalimantan Selatan, dalam rangka penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan kualitas pembinaan Tilawatil Qur’an di daerah pada Kamis siang.
Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang pengurus LPTQ Kab. Kotabaru dan berlangsung di sela-sela agenda LPMQ yang tengah mengadakan agenda akbar Sidang Penyempurnaan Tafsir Kemenag RI.
Kasubag TU LPMQ, H. Muhammad Musadad, MA, dalam sambutannya menyampaikan adanya irisan peran antara LPMQ dan LPTQ dalam pengembangan Al-Qur’an. Ia menjelaskan, sinergi tersebut penting untuk memastikan kebijakan dan standar yang ditetapkan di tingkat pusat dapat diimplementasikan secara tepat di daerah.
“LPMQ berada pada ranah otoritas dengan menetapkan standar permushafan Al-Qur’an di Indonesia, sementara LPTQ berperan kuat pada aspek pembinaan masyarakat di daerah. Di sinilah LPTQ dapat menjadi perpanjangan tangan LPMQ,” ujarnya.
Perwakilan LPTQ Kotabaru, M. Rafi, M.Ag., menyampaikan komitmen untuk memperkuat sinergi kelembagaan dengan LPMQ serta mengimplementasikan pemahaman yang diperoleh dalam pembinaan di daerah.
“Kami ingin LPTQ menjadi corong LPMQ di daerah, sehingga pembinaan Tilawatil Qur’an dapat berjalan lebih terarah, sistematis, dan berkualitas,” ungkapnya.
Dalam sesi diskusi, berbagai isu strategis mengemuka, antara lain terkait Mushaf Standar Indonesia (MSI), mushaf lokal seperti mushaf Banjar, prinsip-prinsip tafsir, kebutuhan pelatihan, serta teknis pembinaan peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Turut berhadir Pentashih Dr. H. Fahrurrozi, MA. selaku narasumber, ia menegaskan bahwa standar mushaf memiliki keterkaitan erat dengan standar bacaan dalam pelaksanaan MTQ, sehingga keduanya harus berjalan selaras.
“Pemahaman terhadap mushaf menjadi fondasi penting dalam setiap cabang perlombaan, apalagi dalam menjaga kesesuaian waqaf ibtida,” jelasnya.
Selain itu, materi pengembangan tafsir Al-Qur’an yang disampaikan oleh Hilman Hirzi, S. Ag. menekankan pentingnya pendekatan metodologis dan kontekstual agar tafsir Al-Qur’an tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara LPMQ dan LPTQ di berbagai daerah dalam meningkatkan kualitas pembinaan Tilawatil Qur’an secara komprehensif dan berkelanjutan.

