Jakarta — Peringatan Milad ke-29 Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal (BQMI) pada Senin, 20 April 2026, menjadi momentum reflektif sekaligus penguatan komitmen dalam menghadirkan layanan edukasi Al-Qur’an yang adaptif dan inklusif. Mengusung tema “Transformasi Digital dan Inklusivitas Menuju Tiga Dekade BQMI”, kegiatan ini menegaskan arah pengembangan BQMI ke depan.
Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan hampir tiga dekade BQMI bukan sekadar penanda usia, melainkan bukti konsistensi dalam mengemban peran sebagai pusat edukasi, pelestarian, dan diseminasi nilai-nilai Al-Qur’an.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar BQMI tetap relevan, adaptif, dan mampu menjangkau lebih banyak kalangan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, museum dituntut untuk terus berinovasi. Berbagai praktik baik dari museum dunia telah menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih inklusif, seperti penggunaan audio guide, virtual tour, hingga teknologi augmented reality.
Selain transformasi digital, aspek inklusivitas juga menjadi perhatian utama. BQMI diharapkan menjadi ruang yang ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Inklusivitas tidak hanya berkaitan dengan akses fisik, tetapi juga akses terhadap pengetahuan, pengalaman, dan partisipasi yang bermakna.
Sebagai langkah konkret, BQMI saat ini tengah melakukan berbagai inovasi, di antaranya menghadirkan media edukasi interaktif berbasis touchscreen, pameran sejarah mushaf, penyediaan Mushaf Braille dan Mushaf Isyarat, layanan informasi berbasis audio dan bahasa isyarat, workshop kaligrafi bagi sahabat disabilitas, hingga virtual tur 360 derajat.
“Inisiatif ini menunjukkan bahwa BQMI terus bergerak menuju museum yang inklusif dan berkeadilan, sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur’an yang rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.
Dalam rangkaian kegiatan Milad ke-29 ini juga akan dilaksanakan penetapan Duta BQMI. Kehadiran duta ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara museum dengan masyarakat luas, khususnya generasi muda, dalam menyampaikan nilai-nilai kebaikan yang diusung BQMI.
Melalui momentum ini, BQMI diharapkan mampu menjadi pelopor museum berbasis digital dan inklusif di Indonesia, serta terus menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat.

