Kunjungi Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal, Pendiri LEMKA Kenang Kiprah dalam Perkembangan Mushaf di Indonesia

Kunjungi Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal, Pendiri LEMKA Kenang Kiprah dalam Perkembangan Mushaf di Indonesia

Jakarta, 6 November 2025 — Bayt al-Qur’an & Museum Istiqlal (BQMI) menerima kunjungan istimewa dari para santri Pesantren Lembaga Kaligrafi Al-Qur’an (LEMKA) Kota Sukabumi. Rombongan yang berjumlah 150 santri dipimpin langsung oleh pendiri LEMKA, Dr. KH. Didin Sirojuddin AR, M.Ag., dan disambut hangat oleh pihak BQMI. Selama kunjungan, para santri dipandu oleh Master Kaligrafi, Syaifuddin yang juga pernah belajar di LEMKA menjelaskan berbagai koleksi dan sejarah artefak dan Mushaf yang tersimpan di museum BQMI.

Dalam sambutannya, KH. Didin Sirojuddin menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda wisata edukatif, melainkan juga bentuk nostalgia dan penghargaan terhadap perjalanan panjang LEMKA yang turut berkontribusi dalam berdirinya BQMI.

“Kunjungan ini menjadi momen untuk mengenang kontribusi LEMKA dalam sejarah Bayt al-Qur’an & Museum Istiqlal. Dulu kami ikut serta dalam Festival Istiqlal pertama tahun 1991 dan Festival Istiqlal kedua tahun 1995, serta menulis berbagai mushaf penting bersama BQMI,” ujar KH. Didin.

Sebagai lembaga yang dikenal luas atas kiprahnya dalam seni kaligrafi dan penulisan mushaf, LEMKA baru saja merampungkan penulisan Mushaf Al-Qur’an Nusantara pada Ramadan 2025. Mushaf Nusantara ini meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai mushaf tercepat di dunia, karena berhasil ditulis hanya dalam waktu 10 jam oleh 365 khattat (penulis kaligrafi) LEMKA—padahal penulisan mushaf umumnya memakan waktu lebih dari satu tahun. Mushaf tersebut juga dihiasi dengan 110 ragam iluminasi khas Nusantara, menggambarkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

KH. Didin menambahkan, kunjungan kali ini juga bertujuan memperkenalkan BQMI kepada para santri baru yang belum pernah berkunjung sebelumnya. Ia berharap BQMI terus berkembang dan semakin semarak dengan penambahan koleksi yang relevan dan edukatif. Kami berharap mushaf Al-Qur’an Nusantara yang saat ini proses cetak nanti manuskrip aslinya bisa dipamerkan di Bayt Al-Qur’an.

“BQMI adalah pusat pengetahuan tentang Al-Qur’an bagi masyarakat Indonesia. Karena itu, keberadaannya harus terus dijaga dan diperkenalkan lebih luas. Dengan demikian, masyarakat yang belum mengenal BQMI akan mengetahui, dan yang sudah mengenal dapat memperdalam lagi kecintaannya terhadap Al-Qur’an,” ungkapnya.

Di akhir kunjungan, KH. Didin juga menyampaikan harapan agar BQMI terus memperkaya koleksinya, mencontoh museum-museum Al-Qur’an di mancanegara, seperti Museum Nasrul Qur’an di Malaysia. Menurutnya, hal tersebut akan menjadikan ruang-ruang pamer di BQMI semakin hidup dan menggugah semangat keislaman serta kecintaan terhadap Al-Qur’an. [Febi]

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id

Temukan Lokasi Kami

© 2025 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved