LPMQ Terima Kunjungan Gontor, Serahkan Master Mushaf Gontor untuk Ditashih

LPMQ Terima Kunjungan Gontor, Serahkan Master Mushaf Gontor untuk Ditashih

Jakarta (LPMQ) — Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an menerima kunjungan utusan Pondok Modern Darussalam Gontor dalam rangka penyerahan print out master mushaf Al-Qur’an bertajuk Mushaf Gontor. Penyerahan ini menjadi bagian dari tahapan awal proses pentashihan sebelum mushaf tersebut diterbitkan. Rombongan diterima Kepala LPMQ dan Kasubbag Tata Usaha, didampingi beberapa pentashih mushaf Al-Qur’an dan pengembang tafsir Al-Qur’an di kantor LPMQ, kawasan TMII, Jakarta Timur (23/4/2026)

Rombongan menyampaikan bahwa penulisan Mushaf Gontor merupakan bagian dari ikhtiar pesantren untuk mewujudkan amanat wakaf Pondok Modern Gontor sejak tahun 1958 untuk menjadi pusat pengembangan ilmu keislaman, termasuk bahasa Arab dan Al-Qur’an.

Menurut mereka, ide penulisan mushaf sebenarnya telah lama muncul di pesantren Gontor. Mulai direalisasikan sejak tahun 1989 melalui penulisan mushaf oleh santri. Ide tersebut kembali digaungkan oleh pesantren sehingga diselenggarakan seminar tentang Mushaf Standar Indonesia (MSI) bekerja sama dengan LPMQ di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor pada tahun 2017. Hal ini merupakan respon awal dari penguatan gagasan tersebut.

Lebih lanjut, rombongan menyebut bahwa pada tahun 2023 dimulai penulisan master Mushaf Gontor secara simbolis, bertepatan dengan kickoff peringatan 100 tahun Gontor.

Menurut penulis mushaf, Muhammad Nur, Mushaf Gontor disusun berdasarkan riwayat Imam Hafs dari Imam ‘Ashim, menggunakan rasm Utsmani sesuai standar Mushaf Standar Indonesia. Dalam proses penyusunannya, Ia dibantu tim yang terdiri dari 21 orang, melibatkan unsur guru KMI, dosen, dan mahasiswa UNIDA Gontor. Proses penulisan berlangsung sejak 10 November 2023 dan selesai pada 26 November 2025, dengan total waktu pengerjaan 2 tahun, 1 bulan, 2 minggu dan 1 hari. Selama proses menulis mushaf lengkap 30 juz, ia mendapatkan pendampingan dari LPMQ serta dukungan digitalisasi dari Forum Pelayan Al-Qur’an.

Secara karakteristik, M. Nur menyebut bahwa Mushaf Gontor memiliki sejumlah kekhasan, antara lain menggunakan rasm Utsmani sesuai Mushaf Standar Indonesia (MSI) dalam format mushaf pojok, penempatan tanda mad langsung di atas huruf mad, serta tidak menempatkan nomor ayat di awal baris untuk menjaga kesinambungan pembacaan ayat. Dari sisi visual, ornamen mushaf dirancang dengan mengangkat unsur arsitektur pesantren seperti bentuk kubah dan menara, serta motif flora khas daerah Ponorogo, yaitu bunga cengkeh dan kayu putih.

Menyambut rombongan Gontor, Kepala LPMQ, Abdul Aziz Sidqi menyampaikan apresiasi atas ikhtiar Gontor dalam menyusun mushaf Al-Qur’an yang tidak hanya memperhatikan aspek estetika, tetapi juga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, termasuk kaidah rasm dan dhabth sesuai standar yang berlaku di Indonesia. “Karena ini adalah mushaf tulisan baru, LPMQ akan melakukan proses pentashihan secara cermat, teliti, dan berulang untuk memastikan kesahihan mushaf ini,” ungkap Aziz.

Mushaf Gontor direncanakan akan dicetak dan diterbitkan secara massal pada puncak peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor pada September 2026. Dengan adanya penulisan mushaf ini, diharapkan pesantren Gontor menjadi pionir yang menginspirasi lembaga pesantren lain untuk memperkaya khazanah penulisan mushaf Al-Qur’an di Indonesia. (MZA)

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id

Temukan Lokasi Kami

© 2025 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved