Pelatihan Fungsional Pegawai LPMQ Resmi Dibuka, Kepala BMBPSDM: Adaptif Adalah Kunci Kecerdasan ASN

Pelatihan Fungsional Pegawai LPMQ Resmi Dibuka, Kepala BMBPSDM: Adaptif Adalah Kunci Kecerdasan ASN

Pelatihan Fungsional bagi pegawai Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) resmi dibuka pada Selasa (4/8/2026) oleh Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM), Muhammad Ali Ramdhani. Kegiatan yang diselenggarakan melalui kerja sama antara LPMQ dan Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan ini akan berlangsung selama sepekan hingga 11 Agustus 2026.

Dalam rangakaian acara pembukaan ini, pembacaan ayat suci Al-Qur'an dilantunkan oleh Fatkhurrahman Zakaria, pegawai disabilitas netra yang membacakan Al-Qur'an Braille. Diiringi oleh Hairatu Saleha yang membacakan ayat suci Al-Qur'an dengan metode Al-Qur’an Isyarat Tilawah.

Berdasarkan laporan Kepala LPMQ, Abdul Aziz Sidqi, total peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 107 orang. Seluruh peserta terdiri atas 68 pejabat fungsional Pentashih Mushaf Al-Qur'an di LPMQ dan UPQ (Unit Percertakan Al-Qur’an), 39 pejabat fungsional Pengembang Tafsir dengan jenjang Ahli Pertama, Muda dan Madya.

Mastuki, kepala Pusbangkom Pendidikan dan Keagamaan yang turut hadir dalam acara pembukaan ini menyampaikan setidaknya peserta yang mengikuti pelatihan ini menyelesaikan 50 jp (jam Pelajaran). Capaian ini melebihi target tahunan ASN yang harus mengikuti pembelajaran selama 20jp.

Dalam kesempatan ini, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM), Muhammad Ali Ramdhani, menyampaikan arahan kepada seluruh peserta. Menurutnya, pembelajaran dalam diklat ini bukan sekedar memenuhi kewajiban ASN, tetapi sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas diri serta memberikan pelayanan terbaik untuk Masyarakat.

Sikap adaptif juga menjadi kunci penting untuk membangun profesionalitas pada diri ASN. Ali Ramdhani mengutip kata-kata Albert Einstein dalam arahannya bahwa tanda kecerdasan seseorang terdapat dalam kemampuannya untuk melakukan perubahan. Beliau juga menyampaikan kutipan Ali bin Abi Thalib yang terkenal, “didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya.” Kutipan-kutipan ini mendukung sikap adaptif yang harus dimiliki oleh seorang ASN dalam mengemban tugasnya sesuai jabatan yang diembannya.

“Kebermaknaan hidup kita terletak pada kemampuan untuk senantiasa belajar terhadap sesuatu yang baru,” ujarnya.

Ali Ramdhani menyampaikan, tantangan yang dihadapi para Pengembang Tafsir adalah bagaimana menerjemahkan bahasa langit agar dapat dipahami oleh manusia di muka bumi. Dalam hal ini, mereka harus tetap menjaga rasa, makna dan konteks agar tidak kehilangan substansi dalam Al-Qur’an saat diterjemahkan. Sehingga, para pengembang tafsir harus berhati-hati dalam memilih diksi dan tidak memasukkan opini pribadi ke dalam penafsiran.

“Pelatihan ini menjadi penting. Bagaimana kita menyampaikan sesuatu yang bahasanya bahasa langit menjadi sesuatu yang membumi,” tuturnya.

Terkait pentashihan, Ali Ramdhani menekankan pentingnya melibatkan teknologi untuk membantu proses pentashihan. Para Pentashih Mushaf Al-Qur’an diharapkan tidak hanya mengenali setiap huruf dalam Al-Qur’an tetapi turut mengenal teknologi yang dapat membantu pekerjaan mereka. Menurutnya, kemudahan yang ditawarkan teknologi dapat meringankan tanggung jawab besar 93 pentashih mushaf Al-Qur’an atas keotentikan Al-Qur’an yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Marilah kita buka acara ini dengan Ummul Qur’an (Al-Fatihah) dengan doa dan harapan, kegiatan kita dapat berjalan dengan lancar, dapat menghasilkan sesuatu yang substantif bagi diri kita, sebagai bagian dari amal kita, untuk membumikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id

Temukan Lokasi Kami

© 2025 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved