Penarikan Mahasiswa PPL UIBN Tegal dari LPMQ, Ditutup dengan Komitmen Kolaborasi Berkelanjutan

Penarikan Mahasiswa PPL UIBN Tegal dari LPMQ, Ditutup dengan Komitmen Kolaborasi Berkelanjutan

Sebanyak 18 mahasiswa dari Universitas Islam Bakti Negara (UIBN) Tegal secara resmi diserahkan kembali kepada kampus mereka setelah menyelesaikan program Praktik Pembelajaran Lapangan (PPL) di Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ), Senin (3/8/2026). Penarikan mahasiswa dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Bayt Al-Qur'an, dihadiri oleh 2 dosen pendamping yang terdiri dari Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) dan Dosen Pembimbing Lapangan.

Dalam sambutan penutupan, Ahmad Jaeni, S.Th.I., M.A., Pentashih Mushaf Al-Qur'an Ahli Madya menyampaikan apresiasi mendalam terhadap dedikasi mahasiswa selama menjalani program PPL. Ia menekankan bahwa pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi pengembangan institusi pendidikan mereka, khususnya dalam hal pengembangan Al-Qur'an Braille.

"Kami berharap pengalaman dan pengetahuan tentang Al-Qur'an Braille yang telah dipelajari di sini dapat dikembangkan lebih lanjut di UIBN Tegal. Sejauh pengetahuan kami, di sana belum memiliki program khusus di bidang ini. Ini adalah peluang untuk menjadi perintis," jelas Jaeni.

Jaeni juga menyampaikan filosofi pembelajaran yang diterapkan di LPMQ. Menurutnya, pengembangan ilmu tidak pernah berhenti, bahkan bagi mereka yang sudah berstatus pegawai tetap. Setiap individu di LPMQ terus belajar dan menggali pengetahuan baru mengingat kompleksitas dan luasnya bidang Qur'anic studies, khususnya yang berkaitan dengan tugas pentashihan dan pengkajian.

"Di LPMQ, sekalipun sudah berstatus PNS, kami tetap harus terus belajar. Karena semua yang kami tangani bernuansa ilmu, dan selalu ada hal-hal baru yang perlu dikuasai," ujarnya.

Dalam mengevaluasi performa mahasiswa, Jaeni memberikan apresiasi khusus atas semangat dan dedikasi mereka, terutama dalam mempelajari teknik penulisan Braille. Namun, ia juga mencatat beberapa catatan dari hasil ujian akhir untuk perbaikan ke depan.

"Para mahasiswa luar biasa dalam proses pembelajaran, terutama saat praktik penulisan Braille. Namun pada ujian akhir, beberapa di antara mereka masih ada yang lupa beberapa kaidah Braille. Ini catatan konstruktif untuk pengulangan dan pendalaman di masa mendatang," katanya.

Muhammad Sulfan, Lc., M.Ag., Kaprodi IAT UIBN Tegal mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan bimbingan yang diberikan LPMQ kepada mahasiswa. Ia melihat program PPL ini sebagai awal dari hubungan akademik yang lebih mendalam antara kedua institusi.

"Terima kasih atas kesempatan PPL yang telah diberikan. Ini merupakan awal bagi kami untuk membangun kerjasama yang lebih kuat. Kami sedang mempersiapkan beberapa program dan kegiatan kolaborasi selanjutnya. Nanti akan kami sonding kepada pihak LPMQ ketika sudah siap," ujar Sulfan.

Kaprodi juga menekankan komitmen UIBN untuk melakukan tindak lanjut yang konkret dari pengalaman PPL ini. Dalam hal ini, pihak kampus akan mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan masyarakat lokal di Kabupaten Tegal dalam merancang program berikutnya.

"Kami akan mereview kembali apa saja kebutuhan masyarakat di Kabupaten Tegal yang relevan dengan konten dan keahlian LPMQ. Dengan begitu, kolaborasi kita bisa lebih bermakna dan berdampak langsung," tambahnya.

Riswanda Imawan, salah satu peserta mahasiswa PPL, menyampaikan pesan kesan atas pengalaman yang dialami selama program berlangsung. Ia mengungkapkan semangat tinggi dalam menangkap setiap materi pembelajaran, khususnya di bidang Braille, meski masih merasa ada banyak yang perlu dikuasai lebih dalam.

"Selama PPL di sini, kami sangat semangat dalam menangkap materi, terutama dalam pembelajaran Braille. Meski saya pribadi masih kalah dalam penguasaan teknik dibanding dengan rekan perempuan saya, tapi pengalaman ini sangat berharga," ujarnya.

Ulmi Luthfiyatul Fatin, peserta PPL lainnya, menyampaikan komitmen meneruskan pembelajaran Al-Qur'an Braille dan isyarat setelah program berakhir. Ia dan rekan mahasiswa berencana membentuk komunitas pembelajaran khusus untuk mengembangkan dan menyebarkan pengetahuan tentang Al-Qur'an Braille serta Al-Qur'an bahasa isyarat.

"Sebagai bentuk tindak lanjut dari PPL ini, kami berkomitmen tidak akan berhenti di sini. Kami akan membentuk komunitas pembelajaran Braille dan isyarat untuk terus mengasah kemampuan dan berbagi pengetahuan kepada masyarakat yang membutuhkan," tutupnya dengan penuh determinasi.

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id

Temukan Lokasi Kami

© 2025 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved