Jakarta, 3 Desember 2025 – Berbarengan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional, Pentashih Mushaf Al-Qur’an LPMQ memulai kembali pembelajaran Al-Qur’an Braille di serambi Musala Bidang Pentashihan Rabu (3/12/2025) selepas zuhur.
Kegiatan ini sebelumnya merupakan rutinan internal Tim Aktualisasi Braille semasa Latsar (Pelatihan Dasar) CPNS 2025, di bawah bimbingan Ahmad Jaeni selaku mentor dan Nu’man Sabit.
Materi yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah “Iqra’”-nya Al-Qur’an Braille yang dinamakan “IQRA’NA”, singkatan dari Iqra’ bil kitābah al-‘Arabiyyah an-Nāfirah (Iqra’ dengan kode Braille Arab), sebuah produk LPMQ hasil kajian dengan para ahli untuk memudahkan belajar Al-Qur’an Braille dari tingkat dasar.
Pembelajaran sendiri sudah masuk halaman 13 pada latihan membaca huruf berharakat isybā’iyyah (harakat panjang). “Dulu pada mushaf Yordania 1952 (mushaf Braille pertama di dunia, red), kode Braille yang digunakan belum mengakomodir harakat isybā’iyyah. Sehingga mushafnya itu Imla’i. Baru setelah adanya kode untuk isybā’iyyah, mushaf Braille dapat disesuaikan dengan Rasm Utsmani”, jelas Jaeni.
Animo peserta pembelajaran meningkat dari sebelumnya. Saat ini beberapa pentashih di luar Tim Aktualisasi Braille turut ikut serta. Mereka difasilitasi buku IQRA’NA yang disediakan terbatas sebagai sarana latihan dan pegangan mandiri. Selain itu, peserta diberi PR berupa latihan tashih naskah Mushaf Braille.
Di akhir, Jaeni juga menyampaikan pentingnya membawa kajian Al-Qur’an Braille ke ranah publikasi ilmiah. “Selama ini sangat sedikit artikel dan penelitian tentang MSI Braille. Saya harap para pentashih baru dapat menggelorakannya di dunia ilmiah. Sangat bagus jika merambah ranah internasional dengan tulisan berbahasa Inggris”, ungkap Jaeni.
Untuk informasi, insyaallah pembelajaran Al-Qur’an Braille ini akan rutin berjalan tiap minggunya. Dan secara bertahap akan memperluas cakupan, baik dari segi materi pembahasan maupun komunitas pembelajaran di internal LPMQ.

