Jakarta - Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Indonesia melalui Atase Agama menggelar kegiatan "Daurah Syar’iyyah Intensif" yang berlangsung pada 6-8 Mei di Hotel Millennium, Jakarta. Kegiatan ilmiah ini secara khusus membedah dua literatur fundamental dalam khazanah Islam, yakni Kitab Syarhus Sunnah lil Muzany dan Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah.
Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi. Dalam pelaksanaannya, pihak Atase Agama menggandeng mitra strategis dari Pemerintah Republik Indonesia, yakni Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama Republik Indonesia.
Fokus pada penguatan Akidah, Pemilihan materi daurah, yakni Syarhus Sunnah karya Imam Al-Muzani (murid utama Imam Syafi'i) dan Al-Ushul Ats-Tsalatsah, bertujuan untuk memberikan pemahaman akidah dan prinsip agama yang kokoh serta autentik. Kerja sama ini menjadi sangat strategis karena melibatkan LPMQ sebagai institusi yang berfokus pada pengembangan literasi Al-Qur'an dan peningkatan kualitas SDM keagamaan di Indonesia.
Kerja sama ini menandai eratnya hubungan diplomatik dan religius antara Kerajaan Arab Saudi dan Republik Indonesia. Keterlibatan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kemenag RI menunjukkan komitmen kedua negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang keagamaan.
Dalam sambutannya, Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi, Syeikh Ahmed bin Essa Al-Hazmi, menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh undangan serta peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa partisipasi mereka mencerminkan antusiasme yang kuat dalam merawat dan melestarikan tradisi keilmuan Islam. Ia juga menyatakan bahwa kegiatan daurah ini merupakan bentuk konkret perhatian Pemerintah Arab Saudi dalam menyebarluaskan pemahaman keagamaan yang otoritatif, yang bersumber dari karya-karya ulama yang diakui kredibilitasnya.
Sementara itu, Kepala LPMQ Kementerian Agama RI, Dr. Abdul Aziz Sidqi, M.Ag., dalam sambutannya mengapresiasi kerja sama tersebut sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan. Ia menjelaskan bahwa peran LPMQ tidak hanya terbatas pada satu sektor, melainkan mencakup pengembangan keilmuan Islam secara lebih komprehensif.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa LPMQ memiliki mandat utama dalam pentashihan mushaf Al-Qur’an guna menjamin keotentikannya, serta pengembangan tafsir Al-Qur’an bagi masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan daurah intensif ini selaras dengan upaya memperkuat kapasitas SDM keagamaan, khususnya dalam membangun pemahaman akidah dan manhaj yang solid.
Selama tiga hari, para peserta akan dibimbing secara intensif untuk mendalami teks-teks klasik karya Imam Al-Muzani dan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab. Pemilihan materi ini diharapkan dapat membekali para dai dan akademisi dengan fondasi akidah yang lurus serta metode dakwah yang bijak.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas hubungan diplomatik dan religius yang erat antara Kerajaan Arab Saudi dan Indonesia. Melalui sinergi antara Atase Agama Saudi dan LPMQ Kemenag RI, diharapkan lahir generasi pendakwah yang kompeten dan moderat dalam menyampaikan risalah Islam di tengah masyarakat.

