Mengumpulkan dan membukukan ayat Al-Qur’an yang ditulis di kulit binatang, pelepah kurma, tulang onta, maupun batu tipis berwarna putih dan tercerai-berai dalam simpanan banyak orang adalah pekerjaan yang sangat berat bagi para sahabat sepeninggal Nabi Muhammad, terlebih kegiatan pengodifikasian Al-Qur’an adalah hal yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi. Hal inilah yang membuat Abu Bakar merasa bimbang dan enggan menerima usul ‘Umar bin al-Khattab untuk membukukan Al-Qur’an ke dalam bentuk mushaf.

Banten (19/11/2018) - Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA, menghadiri dan bertindak sebagai narasumber dalam Seminar Mushaf Al-Qur'an Al-Bantani yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Banten di Aula BAPPEDA Provinsi Banten di Serang, 19 Nopember 2018.

Partisipasi Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) dalam acara The International Public Service (IPS) Forum dengan memperkenalkan inovasi produk layanan publik cukup menarik perhatian pengunjung pameran yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada Rabu-Kamis (7-8/11) oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Seorang warga Bogor, Dani, mengungkapkan dukungannya terhadap digitalisasi hasil kajian seputar Al-Qur’an yang dilakukan oleh LPMQ. Dengan adanya digitalisasi ini, menurutnya, hasil-hasil kajian Kementerian Agama akan lebih luas menjangkau masyarakat dan lebih mudah dirasakan manfaatnya.

Jakarta, 15/11/2018. “Mushaf digital Kemenag dirilis sejak tahun 2016, mengingat trend masyarakat dalam menggunakan mushaf dan sekaligus prihatin karena sebagian besar dari muhaf digital yang beredar di aplikasi, Play Store maupun Appstore, sebagian besar belum memiliki tanda tashih dari Kemenag.” Demikian disampaikan Abdul Aziz Sidqi Kepala Bidang Pengkajian, mewakili Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ), dalam pembukaan seminar hasil penelitian “Preferensi Masyarakat dalam Penggunaan Al-Qur’an Digital.” Seminar diselenggarakan Kamis, 15 November 2018 di Hotel Fave PGC, Cililitan, Jakarta.

Berbagai upaya dilakukan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) untuk menyosialisasikan produk-produknya agar mudah dijangkau masyarakat luas dengan biaya yang lebih murah. Selama ini produk-produk LPMQ dihadirkan kepada masyarakat dalam bentuk buku cetak, seperti, Tafsir Al-Qur'an Tahlili 30 juz, Tafsir Tematik 26 judul, Tafsir Ilmi (Ayat Kauniyah) 19 judul, Tafsir Wajiz 2 jilid, Buku Makki Madani, dan berbagai produk lainnya seputar keilmuan Al-Qur'an.