Salah satu kegiatan pengembangan hasil penelitian Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) adalah dengan melakukan workshop manuskrip Al-Qur’an Nusantara yang diselenggarakan di beberapa kota. Kegiatan workshop di Yogyakarta kali ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya di Mataram, Aceh, dan Padang. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini didukung pula oleh Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (AIAT) dan Laboratorium Studi Al-Qur’an dan Hadis (LSQH).

Jakarta (07/06/2018) - Kasatreskim Polres Kota Blitar AKP Heri Sugiono, SH mengatakan bahwa kejadian lembaran Al-Qur`an yang dibuat nota pengiriman ELTEHA terjadi karena ketidaksengajaan. Kasus ini berawal dari sisa lembar cetak Surah Yasin yang diletakkan oleh Agus Rianto di atas kertas bekas yang lain, dan tidak ditaruh secara terpisah. Oleh pegawai yang lain, Ibu Ikke, kertas bekas yang berisikan ayat Al-Qur`an itu kemudian digunakan untuk mencetak alamat kiriman barang ke Sumenep. Memang kebiasaaan di kantor ELTEHA Blitar untuk mencetak  alamat barang yang dikirimkan menggunakan kertas bekas, sedangkan untuk resi memakai kertas yang baru. 

Jakarta (07/05/2018) - Menyikapi video viral tulisan Al-Qur'an yang dibuat nota lembaran alamat pengiriman oleh ELTEHA Kota Blitar, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an (LPMQ) melakukan koordinasi dengan Kankemenag Kota Blitar, Kepolisian Kota Blitar dan klarifikasi ke kantor ELTEHA Blitar. Koordinasi ini penting untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat serta mengantisipasi tidak terulangnya kejadian yang sama, termasuk memastikan lembaran-lembaran selain yang sudah digunakan oleh ELTEHA. Hal ini sesuai dengan isi edaran Lajnah kepada seluruh penerbit, percetakan, dan distributor Al-Qur`an yang intinya, antara lain, agar sisa bahan cetakan Al-Qur`an yang tidak digunakan lagi segera dimusnahkan dengan cara-cara yang sesuai untuk menjaga kemuliaan dan kesucian Al-Qur'an.

Jakarta (07/06/2018) - Di hadapan tim pengawas dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an (LPMQ), Umar, selaku pimpinan ELTEHA Blitar menegaskan bahwa dirinya dan seluruh karyawan  meminta maaf dan tidak mencari pembenaran atas apa yang telah terjadi. ELTEHA tidak bisa mengatakan tidak salah dengan alasan tidak sengaja. ELTEHA harus mengakui bahwa yang terjadi adalah satu kesalahan, oleh karena itu tidak ada kata lain selain meminta maaf.