SELESAIKAN DRAF 30 JUZ, LAJNAH AKAN SEGERA HADIRKAN AL-QUR’AN BRAILLE DAN TERJEMAHANNYA EDISI PENYEMPURNAAN

Jakarta (01/05/22) - Sebagai salah satu komitmen pemerintah untuk menyediakan mushaf Al-Qur’an yang accessible bagi penyandang disabilitas sensorik netra (PDSN), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI kembali mengadakan Sidang Penyusunan Mushaf Al-Qur’an Braille dan Terjemahannya pada 30 Mei s.d 01 Juni 2022 di hotel Aloft Cilandak Jakarta.

Sidang yang diikuti oleh para pakar dan praktisi pengajaran maupun penerbitan Al-Qur’an Braille dari sejumlah lembaga ini telah merampungkan draf Al-Qur’an Braille dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan. Penyusunan Edisi Penyempurnaan merupakan tindak lanjut penyesuaian dari Pedoman Membaca dan Menulis Al-Qur’an Braille Edisi Penyempurnaan yang telah disusun tahun sebelumnya. Selain itu, pada Edisi Penyempurnaan, terjemahan yang digunakan juga telah mengikuti Terjemahan Al-Qur’an Kementerian Agama Edisi Penyempurnaan Tahun 2019.

Sekalipun penyusunan draf 30 juz dan petashihan tahap pertama telah berhasil diselesaikan pada sidang ke-3 kali ini, namun pentashihan tahap berikutnya akan dilakukan kembali untuk memastikan tidak ada lagi kesalahan yang ditemukan. Upaya menghadirkan kembali Al-Qur’an Braile dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan adalah sebagai upaya untuk merespon setiap perubahan yang lebih baik. Al-Qur’an berbasis sentuhan (sense of touch) ini mempunyai dinamika sejarah yang cukup panjang sejak pertama kali muncul di Indonesia hingga ditetapkannya sebagai salah satu Mushaf Standar Indonesia pada tahun 1984.

Sidang Penyusunan Al-Qur’an Braille dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan III dibuka oleh Koordinator Bidang Pentashihan, Deni Hudaeny mewakili Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. (Aji)

Berita Terkait