Sidang Penerbitan Jurnal Suhuf, Abdul Aziz: Hindari Plagiarisme

Koordinator Pengkajian Al-Qur'an, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ), H. Abdul Aziz Sidqi, MA dalam sambutan kegiatan Penerbitan Jurnal Suhuf edisi 15.1 tahun 2022 mengingatkan agar tim reviewer, selain menilai aspek kualitas substansi tulisan, juga memastikan tulisan yang dipilih bebas dari tindak plagiarisme.

"Dalam proses review harus selektif. Hati-hati, jangan sampai tulisan yang dipilih mengandung unsur plagiarisme. Karena ini terkait etika penulisan, kejujuran ilmiah, dan nama LPMQ," kata Aziz di hadapan tim reviewer pada hari Kamis, (2/6) di Jakarta Selatan.

Plagiarisme yang dimaksud Aziz adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri tanpa mencantumkan sumbernya.

Selanjutnya, beberapa kali Aziz mengingatkan agar tim pengelola jurnal bekerja maksimal dan memperhatikan jadwal penerbitan jurnal sesuai schedule yang telah ditetapkan.

"Jurnal Suhuf terbit setahun dua kali. Tolong schedule penerbitan ini ditaati. Jangan sampai molor waktunya. Maka, bulan Juli depan diupayakan Suhuf edisi 15.1 sudah bisa diterbitkan," tandasnya.

Aziz menambahkan, bagi pegawai LPMQ jurnal Suhuf ini sangat penting sebagai sarana sosialisasi tulisan hasil penelitian Al-Qur'an, terlebih di LPMQ sudah ada Jabatan Fungsional Pentashih Mushaf Al-Qur'an (JF PMQ) dan insyaallah akan menyusul Jabatan Fungsional Pengembang Tafsir Al-Qur'an (JF PTQ).

"Jurnal ini sangat penting bagi teman-teman pegawai LPMQ. Sebagai sarana sosialisasi hasil penelitian juga untuk menambah angka kredit JF PMQ dan JF PTQ. Maka, keberadaan Jurnal ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, apalagi untuk internal pegawai LPMQ diberi slot 30%," seru Aziz mengingatkan.[bp]

 

Berita Terkait